Kemenkes Salurkan 2 Tabung Oksigen ke Setiap Puskesmas di Zona Hitam Kabut Asap Kalimantan
Suara Pecari, Kalimantan Tengah – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan berupa dua tabung oksigen di setiap puskesmas yang berada di zona hitam kabut asap di wilayah Kalimantan. Langkah ini bertujuan memperkuat fasilitas kesehatan guna membantu masyarakat menghadapi krisis asap yang menyebabkan polusi udara dengan tingkat berbahaya.
Penyaluran Tabung Oksigen di Zona Hitam
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung kondisi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang tercatat memiliki Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tertinggi, mencapai angka di atas 1.000, jauh melampaui ambang batas berbahaya. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak akan fasilitas oksigen yang memadai di layanan kesehatan primer seperti puskesmas.
Hasil pemetaan Kemenkes mengidentifikasi sekitar 21 kabupaten/kota di Kalimantan berstatus zona hitam yang paling terdampak kabut asap. Di seluruh wilayah tersebut, setiap puskesmas akan dilengkapi minimal dua tabung oksigen besar untuk penanganan kasus sesak nafas dan penurunan saturasi oksigen pada pasien.
Penguatan Fasilitas dan Logistik Kesehatan
Selain pasokan tabung oksigen, Kemenkes juga mengirimkan bantuan logistik kesehatan berupa masker dan obat-obatan. Masker sebanyak lebih dari 2,9 juta unit telah dikirim untuk melindungi masyarakat dari partikel polusi PM2,5 yang berbahaya. Obat-obatan juga disalurkan dengan jumlah sekitar 500.000 paket, dan rencana penambahan pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa fasilitas oksigen yang disediakan bukan hanya sebagai pajangan, melainkan dipastikan berfungsi optimal. Pemeriksaan langsung alat oksigen di puskesmas Palangka Raya menunjukkan alat tersebut dapat dioperasikan dan volume oksigen dapat diatur sesuai tingkat saturasi pasien.
Konteks dan Dampak Krisis Kabut Asap
Polusi udara di Kalimantan yang mencapai tingkat sangat berbahaya ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut. ISPU di atas 300 sudah tergolong sangat berbahaya, namun di Palangka Raya mencapai angka 1.200 hingga 1.500 pada puncak kejadian. Polusi ini berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama risiko gangguan pernapasan.
Penanganan dari sisi hilir seperti penguatan fasilitas oksigen dan penyediaan masker menjadi langkah penting untuk memitigasi dampak kesehatan hingga kondisi cuaca yang dapat menurunkan polusi, seperti hujan, mulai terjadi.
Peran Organisasi dan Masyarakat
Kemenkes juga mengajak berbagai organisasi untuk membuka rumah oksigen sebagai tambahan fasilitas kesehatan di tengah krisis ini. Fasilitasi pelaksanaan rumah oksigen ini diharapkan dapat memperluas akses layanan oksigen bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Dengan upaya tersebut, diharapkan masyarakat yang mengalami sesak nafas dan penurunan saturasi oksigen dapat segera mendapatkan perawatan yang memadai di tingkat puskesmas tanpa harus menunggu rujukan ke rumah sakit.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










