Jasa Bandara Bakal Dipotong 50 Persen Saat Musim Liburan Nataru
Suara Pecari – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan pemotongan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50 persen bagi penumpang pesawat dan maskapai penerbangan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi pada momen libur panjang akhir tahun.
Potongan Tarif Jasa Bandara Selama Nataru
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyatakan bahwa penurunan tarif ini sesuai dengan Surat Menteri Perhubungan Nomor AU.00711MHB2026 yang mengatur pengenaan potongan harga tarif jasa kebandarudaraan pada masa libur Nataru. Potongan 50 persen berlaku untuk Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), yang dikenal sebagai Passenger Service Charge (PSC), di seluruh 36 bandara yang dikelola InJourney Airports di seluruh rute penerbangan domestik.
Tarif potongan ini diterapkan untuk tiket yang dibeli mulai 20 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027 dengan jadwal keberangkatan antara 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Dengan pemotongan ini, harga akhir tiket pesawat yang dibayar calon penumpang akan langsung mengalami penurunan.
Dukungan untuk Maskapai Penerbangan
Selain tarif untuk penumpang, InJourney Airports juga memberikan potongan sebesar 50 persen untuk Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) bagi maskapai. Potongan ini berlaku di seluruh bandara pada periode operasional yang sama, 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Langkah ini diambil untuk membantu efisiensi operasional maskapai serta memperkuat komitmen pengelolaan bandara berbasis ekosistem yang berkelanjutan.
Manfaat Potongan Tarif bagi Mobilitas dan Ekonomi
Mohammad R. Pahlevi berharap bahwa pemangkasan tarif jasa kebandarudaraan ini dapat memudahkan mobilitas masyarakat selama libur Nataru. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menggairahkan perekonomian dan mendorong destinasi wisata dalam negeri menjadi pilihan utama berlibur pada akhir tahun 2026 ini.
Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, akses masyarakat ke berbagai destinasi domestik diharapkan meningkat, memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan industri terkait lainnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










