Kepala BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur, Puncaknya Desember-Februari
Suara Pecari – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari akibat pengaruh fenomena El Nino. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada rentang Desember 2026 hingga Februari 2027.
Prediksi Musim Hujan Mundur
Menurut Faisal, musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia akan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau sekitar 20-30 hari. Meskipun demikian, sifat hujan secara umum masih berada dalam kategori normal dengan curah hujan yang akan terakumulasi dalam periode yang lebih singkat.
Periode Musim Hujan dan Puncaknya
Sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Puncak musim hujan nantinya akan berada pada Desember, Januari, dan Februari 2027. Meski jumlah curah hujan diperkirakan relatif sama dengan rata-rata klimatologi selama 30 tahun terakhir, durasi hujan akan lebih pendek.
Potensi Risiko dan Waspada Bencana
BMKG mengingatkan bahwa periode puncak musim hujan ini perlu diwaspadai karena curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Faisal menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana basah pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Konteks Fenomena El Nino
Fenomena El Nino yang terjadi saat ini menjadi salah satu faktor utama mundurnya musim hujan di Indonesia. El Nino biasanya menyebabkan perubahan pola cuaca yang berdampak pada penundaan musim hujan dan variasi curah hujan yang diterima wilayah Indonesia.
Persiapan dan Antisipasi
Pemerintah dan masyarakat diharapkan melakukan persiapan dini untuk menghadapi musim hujan yang mundur ini, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi. Informasi dan peringatan dini dari BMKG menjadi kunci dalam mitigasi risiko bencana yang mungkin terjadi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










