Prabowo Bahas Penanganan Karhutla dan Mitigasi Bencana Bersama Kepala BMKG

Suara Pecari, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathoni, pada Senin, 26 Oktober 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat ini membahas sejumlah hal penting, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Perkembangan Penanganan Karhutla

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathoni menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla. Penanganan ini menjadi prioritas mengingat dampak luas yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga:

Persiapan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Selain karhutla, rapat tersebut juga fokus pada persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk potensi banjir dan longsor yang sering terjadi pada musim hujan. Faisal mengingatkan bahwa musim hujan pada tahun ini diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari akibat pengaruh fenomena El Nino yang sedang berlangsung dengan intensitas sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

BMKG memprediksi bahwa musim hujan yang mundur ini akan menyebabkan curah hujan terkonsentrasi dalam periode yang lebih singkat, sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan di berbagai daerah sangat diperlukan sejak saat ini.

Pengaruh El Nino terhadap Musim Hujan

Fenomena El Nino yang sedang berlangsung menyebabkan kemunduran awal musim hujan di sekitar 61 persen wilayah Indonesia, berdasarkan data dari BMKG yang memantau 529 Zona Musim (ZOM). Kemunduran ini menuntut adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk mengurangi dampak bencana yang mungkin timbul.

Baca juga:

Signifikansi Rapat Terbatas

Rapat terbatas antara Presiden Prabowo dan Kepala BMKG menjadi momen penting dalam koordinasi antarlembaga untuk memastikan upaya penanggulangan bencana berjalan efektif. Faisal menyatakan akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait hasil rapat setelah pertemuan selesai, menandakan adanya tindak lanjut yang serius terhadap isu-isu yang dibahas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *