Wamendagri Ribka Haluk Serahkan Penghargaan Tokoh Kebudayaan di PIKI Awards 2026

Suara Pecari, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyerahkan penghargaan Tokoh Kebudayaan kepada Bambang Noorsena dalam Malam Anugerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Awards 2026 yang digelar pada 25 Oktober 2026 di Studio Metro TV, Jakarta.

Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh Stephanus Aswar mewakili Bambang Noorsena yang saat ini sedang berada di luar negeri. Bambang Noorsena dikenal sebagai seorang teolog, filolog, dan sejarawan Indonesia sekaligus pendiri Institute for Syriac Culture Studies (ISCS).

Baca juga:

Makna Penghargaan Tokoh Kebudayaan

Ribka Haluk menekankan pentingnya kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa yang menyimpan ingatan kolektif, bahasa, dan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan kehidupan bersama.

“Merawat budaya berarti merawat akar, agar kita tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita melangkah bersama,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Penghargaan Tokoh Kebudayaan diberikan kepada sosok yang telah melalui kajian, tulisan, dan penyampaian yang memperkaya khazanah budaya dan peradaban. Selain itu, penerima penghargaan juga dikenal mampu membangun jembatan pemahaman antarumat beragama dan antarbudaya, serta menjadi teladan yang dihargai banyak orang.

PIKI Awards sebagai Wadah Apresiasi

PIKI Awards merupakan sebuah upaya organisasi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk mengapresiasi kiprah tokoh dari berbagai bidang yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui penghargaan ini, diharapkan keteladanan para tokoh dapat menjadi inspirasi bagi publik dan mendorong lahirnya tokoh-tokoh baru yang berdampak positif bagi bangsa.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PIKI, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa penghargaan ini bertujuan menghadirkan contoh keteladanan yang lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan. Menurutnya, keteladanan yang dibangun melalui proses nyata memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan hanya sekadar pidato.

Baca juga:

Maruarar juga menyampaikan harapannya agar muncul lebih banyak tokoh pejuang di bidang antikorupsi, pendidikan, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa PIKI adalah organisasi terbuka yang mengajak berbagai kalangan seperti intelektual Kristen, dosen, aktivis, pengusaha, pendeta, dan profesi lainnya untuk bersama membangun dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai.

Peran PIKI dan Anggotanya

Anggota PIKI juga aktif berkiprah di berbagai lembaga seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, dan profesi lain. Organisasi ini berupaya menjadi sumber terang yang menerangi kegelapan sosial dengan keteladanan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui penghargaan dan kegiatan lainnya, PIKI berharap dapat memperkuat nilai-nilai kebudayaan dan semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *