Mentan Amran Sulaiman: Harga Singkong Naik Jadi Rp 3 Ribu per Kg Berkat Kebijakan Tutup Impor

Suara Pecari – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan kenaikan harga singkong di tingkat petani menjadi Rp 3.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mengambil kebijakan menutup impor singkong, yang secara langsung menguntungkan para petani lokal dan membuka peluang ekspor ke pasar luar negeri.

Kebijakan Tutup Impor dan Dampaknya pada Harga Singkong

<pMenurut Amran, penutupan impor singkong berhasil meningkatkan harga di tingkat lapangan. Ia menyampaikan bahwa petani menyambut baik kenaikan harga ini karena memberikan insentif bagi mereka untuk meningkatkan produksi. Hal ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencapai swasembada singkong dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga:

“Sekarang setelah kita tutup impor, harganya di lapangan kemarin, ini disambut oleh petani singkong, Rp 3.000 per kilo,” ujar Amran dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Menko Pangan dan Keamanan Pangan di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, pada 26 Oktober 2026.

Potensi Ekspor Singkong

Selain menguntungkan petani dalam negeri, pemerintah menargetkan bahwa dalam waktu dekat Indonesia dapat mulai mengekspor singkong ke luar negeri. Amran menekankan transformasi dari impor menjadi ekspor sebagai bukti keberhasilan kebijakan tersebut.

“Bayangkan impor menjadi ekspor dalam waktu singkat. Jadi kesimpulannya, petani diuntungkan, mereka berproduksi, kita swasembada,” tambahnya.

Ketahanan Pangan Beras dan Dukungan untuk Peternak

Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menginformasikan bahwa stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar Juli atau Agustus 2027. Ketersediaan beras mencapai sekitar 25 juta ton, yang terdiri dari standing crop, kebutuhan sektor konsumsi, dan stok Bulog.

Baca juga:

Selain itu, pemerintah berupaya menekan biaya produksi peternak dengan menyediakan bahan baku pakan seperti kedelai dan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kedelai disalurkan dengan harga lebih murah dibandingkan pasar swasta, sementara jagung diberikan dengan subsidi guna meringankan biaya pakan bagi peternak kecil.

Kesimpulan

Kebijakan pemerintah menutup impor komoditas seperti singkong dan mendukung sektor pertanian serta peternakan secara terpadu terbukti memberikan dampak positif. Harga singkong yang naik menjadi Rp 3.000 per kilogram meningkatkan pendapatan petani lokal dan membuka peluang ekspor. Sementara itu, ketahanan pangan nasional khususnya beras tetap terjaga dengan stok yang mencukupi hingga dua tahun ke depan. Dukungan pemerintah terhadap peternak melalui penyediaan bahan pakan yang terjangkau juga berkontribusi pada stabilitas harga dan produksi pangan nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *