Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS

Suara Pecari – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano mengajak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk berkolaborasi dalam pembangunan lebih dari 5.000 kampung nelayan modern di seluruh Indonesia. Kerja sama ini penting untuk menghadirkan pendekatan multidisipliner dalam mendukung kesejahteraan nelayan dan pengembangan kawasan pesisir.

Kolaborasi Multidisipliner dalam Pembangunan Kampung Nelayan

Pembangunan kampung nelayan tidak hanya berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga membutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknologi, energi, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Irwan Meilano menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan modern mencakup berbagai aspek, seperti penyimpanan dan pendinginan hasil tangkapan, teknologi, hingga kesehatan masyarakat pesisir.

Baca juga:

Target Pembangunan dan Dukungan Perguruan Tinggi

Pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 kampung nelayan, dengan lebih dari 1.000 kampung nelayan selesai pada tahun ini. Dalam rangka mendukung target tersebut, Wamen KKP melihat perguruan tinggi memiliki posisi strategis, khususnya UMS melalui berbagai fakultas dan program studi yang relevan, seperti Fakultas Geografi, Teknik, Hukum dan Ilmu Politik, Ekonomi dan Bisnis, Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Peran UMS dalam Program Pembangunan

Kolaborasi dengan UMS dapat direalisasikan melalui riset dan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam pengembangan kampung nelayan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia di kawasan pesisir.

Pengembangan Kawasan Budi Daya Udang

Pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan budi daya udang seluas lebih dari 14.000 hektare di wilayah utara Pulau Jawa, mulai dari Brebes hingga Rembang. Pengembangan ini membutuhkan dukungan keilmuan dari berbagai bidang, termasuk mikrobiologi, sensor, teknologi, dan bisnis untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Semangat Al-Marsquoun dan Pembangunan Berkelanjutan

Wamen KKP mengaitkan program pembangunan kampung nelayan dengan semangat Al-Marsquoun dari Kiai Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya kemajuan yang dirasakan oleh kelompok masyarakat paling lemah, dalam hal ini nelayan sebagai komunitas yang paling rentan dan miskin di Indonesia.

Baca juga:

Irwan Meilano menekankan bahwa pembangunan peradaban biru Indonesia harus melibatkan sinergi antara negara, perguruan tinggi, persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat pesisir. Upaya ini bertujuan mewujudkan kawasan pesisir yang mandiri dan berkelanjutan demi kesejahteraan nelayan dan kemajuan bangsa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *