IHSG Hari Ini Anjlok Efek Domino The Fed dan Panasnya Timur Tengah

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan penurunan signifikan, tertekan oleh sejumlah faktor global yang memengaruhi sentimen investor. IHSG terkoreksi 66,17 poin atau 1,22 persen ke level 5.373,09. Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 4,89 poin atau 0,89 persen ke posisi 542,16.

Faktor Penurunan IHSG

Pelemahan pasar saham domestik ini dipicu oleh sikap wait and see mayoritas pelaku pasar menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan The Fed pada 28-29 Oktober 2026. Investor cenderung berhati-hati mengingat ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat di tengah kekhawatiran terhadap inflasi global yang masih tinggi.

Baca juga:

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level psikologis di atas 110 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah tekanan pada pasar. Konflik yang meningkat antara negara-negara di kawasan tersebut memicu kekhawatiran akan inflasi energi yang akan berdampak pada ekonomi global dan domestik.

Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas di tengah rencana Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan opsi antara melanjutkan intervensi militer atau mengejar kesepakatan damai dengan Iran. Sementara itu, Iran diperkirakan akan melakukan serangan balasan yang dapat menargetkan Israel dan Uni Emirat Arab.

Lonjakan harga minyak ini menjadi sentimen negatif bagi pasar saham karena meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, yang secara umum menurunkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Dampak pada Ekonomi Indonesia

Bagi Indonesia sebagai importir minyak, kenaikan harga minyak dunia memberikan beban tambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Biaya subsidi energi diperkirakan meningkat untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri, yang pada gilirannya menambah sentimen negatif terhadap pasar saham lokal.

Baca juga:

Fokus Investor pada Kebijakan Global

Selain mengamati kebijakan The Fed dan situasi Timur Tengah, investor juga mengalihkan perhatian pada perkembangan di Tiongkok. Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China yang berlangsung pada 26-27 Oktober 2026 menjadi sorotan, karena pasar menanti arah kebijakan ekonomi dan kepemimpinan baru yang akan diambil oleh Presiden Xi Jinping dan jajaran pimpinan partai.

Perkembangan dari ketiga wilayah tersebut menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah pasar ke depan, khususnya dalam konteks global yang penuh ketidakpastian dan volatilitas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *