IHSG Ditutup Melemah 1,22% ke Level 5.373 pada 26 Oktober 2026

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, ditutup melemah sebesar 1,22 persen atau turun 66,16 poin ke level 5.373,09. Penurunan ini menunjukkan tekanan jual yang signifikan di pasar saham pada awal pekan ini.

Pergerakan Pasar Saham dan Transaksi

Selain IHSG, indeks LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 0,89 persen ke level 542,16. Total nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 14,60 triliun dengan volume sebanyak 32,98 miliar lembar saham yang diperdagangkan melalui 1,80 juta frekuensi transaksi. Angka ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun indeks utama mengalami penurunan.

Baca juga:

Saham-saham dengan Kinerja Terkemuka

Top Gainers

  • KREN (Quantum Clovera Investama) naik 26,67 persen ke harga Rp 19.
  • ANDI (Andira Agro) naik 25 persen ke harga Rp 35.
  • TMPO (Tempo Inti Media) naik 19,62 persen ke harga Rp 189.
  • BTEK (Bumi Teknokultura Unggul) naik 18,18 persen ke harga Rp 13.
  • MKNT (Mitra Komunikasi Nusantara) naik 16,67 persen ke harga Rp 7.

Top Losers

  • GRPM (Graha Prima Mentari) turun 9,30 persen ke harga Rp 117.
  • SOFA (Solusi Environment Asia) turun 8,72 persen ke harga Rp 178.
  • MGLV (NexAI Digital Infrastruktur) turun 7,72 persen ke harga Rp 11.350.
  • VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas) turun 7 persen ke harga Rp 372.
  • ARKO (Arkora Hydro) turun 6,98 persen ke harga Rp 1.465.

Top Value dan Volume Saham

  • Bank Central Asia (BBCA) mencatat nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 1,74 triliun.
  • Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp 881,63 miliar.
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp 728,48 miliar.
  • Chandra Asri Pacific (TPIA) senilai Rp 648,94 miliar.
  • PT Telkom Indonesia (TLKM) senilai Rp 574,13 miliar.
  • Volume saham terbanyak diperdagangkan oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) sebanyak 24,50 juta lembar.
  • Bumi Resources (BUMI) sebanyak 20,25 juta lembar.
  • Andira Agro (ANDI) sebanyak 8,15 juta lembar.
  • Bukit Uluwatu Villa (BUVA) sebanyak 7,14 juta lembar.
  • Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) sebanyak 6,66 juta lembar.

Kurs Rupiah dan Bursa Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan sore hari berada di level Rp 18.133,2 per dolar AS, mengalami pelemahan sebesar 0,60 persen atau 107,6 poin dibandingkan posisi pembukaan pagi di Rp 18.025,6 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini turut memberikan tekanan pada pasar modal domestik.

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia menunjukkan variatif, dengan indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,79 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,51 persen, indeks SSE Composite di China naik 0,19 persen, dan indeks Straits Times di Singapura turun 0,19 persen.

Konteks dan Implikasi

Penurunan IHSG sebesar 1,22 persen pada perdagangan 26 Oktober 2026 mencerminkan sentimen negatif yang mempengaruhi pasar saham Indonesia, yang bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun sentimen investasi domestik. Meskipun beberapa saham mengalami kenaikan signifikan, tekanan jual yang dominan menyebabkan indeks utama menurun.

Baca juga:

Aktivitas transaksi yang tinggi menunjukkan adanya dinamika pasar yang cukup aktif, memungkinkan peluang bagi investor yang berhati-hati dalam memilih saham. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mempengaruhi arus modal dan kinerja saham-saham yang bergantung pada nilai tukar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *