Suahasil Ungkap Operasi Moneter Kemenkeu Bantu Stabilkan Rupiah

Suara Pecari – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa operasi moneter yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berperan penting dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Meskipun Bank Indonesia memiliki mandat utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar, Kemenkeu memberikan dukungan dengan memperkaya produk dan partisipan di sektor keuangan.

Peran Operasi Moneter Kemenkeu dalam Stabilitas Rupiah

Operasi moneter yang dilakukan Kemenkeu tidak hanya berfokus pada stabilitas nilai tukar, tetapi juga pada upaya memperdalam pasar keuangan. Melalui penerbitan surat utang berupa obligasi dan sukuk oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Kemenkeu menyediakan instrumen yang dapat digunakan sebagai underlying atau agunan oleh perbankan untuk melakukan repo kepada Bank Indonesia.

Baca juga:

Dengan bertambahnya produk dan partisipan di pasar keuangan, harga instrumen keuangan menjadi lebih baik dan pasar menjadi lebih likuid, sehingga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Perluasan Instrumen Operasi Moneter oleh Bank Indonesia

Bank Indonesia juga telah memperluas jenis surat berharga yang dapat dipakai dalam operasi moneter dengan memasukkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan operasi moneter pro-market yang terintegrasi dengan pengembangan pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA).

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa perluasan underlying ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi pasar sekunder, memperkuat pembentukan harga, dan mendukung pembiayaan sektor riil seperti perumahan dan infrastruktur. Efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada transmisi melalui pasar keuangan yang dalam, likuid, dan efisien.

Implementasi dan Dampak Operasi Moneter

Sejak peluncuran pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, total transaksi repo operasi moneter dengan underlying obligasi dan sukuk korporasi PT SMF telah mencapai Rp 1,25 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan aktivitas pasar yang dapat membantu stabilisasi rupiah dan mendukung pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan infrastruktur dan sektor perumahan.

Kemenkeu juga membuka potensi untuk mengembangkan produk pembiayaan lain guna memperdalam pasar keuangan, memberikan alternatif instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh perbankan dan pelaku pasar.

Baca juga:

Signifikansi Kebijakan Operasi Moneter

Kebijakan operasi moneter yang dilaksanakan secara sinergis antara Kemenkeu dan Bank Indonesia ini tidak hanya menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil, tetapi juga memperkuat pondasi pasar keuangan domestik. Dengan pasar keuangan yang lebih dalam dan likuid, pembiayaan sektor riil dapat semakin optimal sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Suahasil Nazara menegaskan komitmen Kemenkeu untuk terus mengembangkan produk keuangan dan memperluas partisipasi pasar demi tercapainya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *