Koma Sejak 2019 Usai Lerai Bentrok Pesilat, Eks Kasat Reskrim Wonogiri Meninggal

Suara Pecari, Wonogiri – Eks Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani, meninggal dunia pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah mengalami koma sejak tahun 2019. Kondisi koma tersebut terjadi akibat cedera berat di kepala yang dialami saat membubarkan bentrok antara dua kelompok perguruan pencak silat di Kabupaten Wonogiri.

Peristiwa Bentrok Pesilat dan Kondisi Kompol Aditia

Kejadian yang menyebabkan Kompol Aditia mengalami koma bermula saat ia yang saat itu berpangkat AKP, mencoba membubarkan bentrokan antara dua kelompok pesilat pada tahun 2019. Dalam upaya tersebut, ia dikeroyok oleh salah satu kelompok sehingga mengalami cedera serius di bagian kepala.

Baca juga:

Setelah kejadian itu, Kompol Aditia dirawat intensif dan sempat dibawa untuk pengobatan di beberapa tempat, termasuk di luar negeri seperti Singapura. Namun, kondisi koma yang dialaminya tidak mengalami perubahan hingga akhirnya beliau meninggal dunia pada awal Oktober 2026.

Respon Polda Jawa Tengah

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kompol Aditia. Ia menyatakan bahwa Polda Jateng merasa kehilangan sosok beliau dan berharap agar almarhum mendapatkan husnulkhatimah.

Lebih lanjut, Yuliyanto menekankan pentingnya mencegah kejadian serupa agar tidak terulang di masa depan. Ia berharap tidak ada lagi perkelahian massal yang melibatkan perguruan pencak silat yang dapat merugikan baik pihak luar maupun anggota perguruan itu sendiri.

Rencana Pemakaman

Menurut informasi, Kompol Aditia akan dimakamkan pada hari Senin, 26 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB. Upacara pemakaman akan menjadi bentuk penghormatan terakhir terhadap jasa dan dedikasi beliau selama bertugas di kepolisian khususnya di Polres Wonogiri.

Baca juga:

Konteks dan Dampak

Bentrokan antar perguruan pencak silat sering menjadi perhatian karena potensi kekerasan yang dapat menimbulkan korban dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan yang mencoba melerai. Kasus Kompol Aditia menjadi pengingat pentingnya penanganan konflik yang lebih efektif dan dialog antar perguruan untuk menghindari kerusuhan yang membahayakan kehidupan dan ketertiban umum.

Polda Jateng dan instansi terkait diharapkan terus melakukan langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat serta kelompok pencak silat agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *