Harga Emas Diproyeksi Naik Lagi, Koreksi Jadi Peluang Beli

Suara Pecari – Harga emas diproyeksi akan mengalami kenaikan kembali setelah periode koreksi yang terjadi pada perdagangan pekan depan. Koreksi harga ini dianggap sebagai kesempatan yang baik bagi masyarakat maupun bank sentral untuk mengoleksi logam mulia.

Proyeksi Harga Emas

Menurut pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan akan berada di kisaran 3.884 hingga 4.138 dolar AS per ons troi. Sedangkan harga emas Antam di pasar domestik diprediksi bergerak antara Rp 2,39 juta hingga Rp 2,69 juta per gram. Sebelumnya, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, harga emas Antam tercatat sebesar Rp 2.525.000 per gram.

Baca juga:

Koreksi Harga Sebagai Peluang

Ibrahim menilai bahwa koreksi harga emas saat ini masih dalam batas wajar mengingat berbagai faktor eksternal. Ia menyebutkan bahwa momen ini menjadi kesempatan terbaik untuk membeli atau menambah kepemilikan emas bagi masyarakat dan bank sentral.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  • Ketegangan Geopolitik: Konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Laut Oman, serta konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi, menjadi faktor yang memengaruhi harga emas dunia.
  • Penguatan Dolar AS: Kenaikan nilai indeks dolar Amerika Serikat memberikan tekanan pada harga emas yang umumnya berbanding terbalik dengan dolar.
  • Kenaikan Harga Minyak Mentah: Serangan dan konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu produksi minyak, sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah yang juga berdampak pada harga emas.
  • Tekanan Inflasi: Kondisi inflasi global yang masih tinggi menjadi salah satu alasan investor mencari aset aman seperti emas.

Perkembangan Geopolitik dan Dampaknya

Ibrahim mengamati bahwa penempatan pasukan besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Iran di perairan Laut Oman menunjukkan potensi konflik terbuka yang bisa terjadi. Konflik ini dan ketegangan yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi berpotensi meningkatkan harga minyak dunia dan pada akhirnya memicu kenaikan harga emas.

Optimisme Harga Emas

Meskipun ada koreksi harga, Ibrahim tetap optimis bahwa harga emas, baik di pasar dunia maupun dalam negeri, akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal ini didasarkan pada dinamika geopolitik yang masih belum stabil serta faktor ekonomi global yang mendukung permintaan terhadap logam mulia.

Baca juga:

Dengan demikian, masyarakat dan institusi yang ingin berinvestasi atau menambah kepemilikan emas dapat memanfaatkan periode koreksi harga ini sebagai peluang beli yang strategis.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *