Bisnis Suvenir Asemka Tangani Pesanan Ribuan Mug dan Pernikahan Artis
Suara Pecari, Jakarta – Bisnis suvenir di Pasar Asemka, Jakarta Barat, terus berkembang meskipun menghadapi tantangan perubahan tren dan maraknya penjualan daring. Salah satu pelaku usaha, Yuni Arcan, telah mengelola kios suvenir sejak 2017 dengan pengalaman membantu bisnis keluarga sejak 1998. Ia pernah menangani pesanan besar hingga 40 ribu mug sekaligus melayani permintaan suvenir untuk pernikahan artis terkenal.
Pesanan Besar dan Pelayanan Suvenir Pernikahan Artis
Dalam perjalanannya, Yuni Arcan menerima beragam pesanan suvenir, termasuk pesanan dalam jumlah besar yang mencapai puluhan ribu unit. Salah satu momen penting adalah saat ia dipercaya menyediakan suvenir khusus untuk pernikahan pasangan artis Dewi Sandra dan Agus Rahman. Produk yang dibuat pun disesuaikan secara khusus, misalnya kipas batik yang menjadi ciri khas acara tersebut.
Perubahan Tren dan Adaptasi Usaha
Seiring waktu, tren produk suvenir di Pasar Asemka mengalami perubahan. Awalnya, kipas kayu cendana menjadi produk favorit, namun kini harganya melonjak akibat pembatasan impor dan keterbatasan pasokan. Konsumen kini lebih memilih produk seperti tumbler yang hadir dalam berbagai model dan harga terjangkau. Produk lain yang tetap laris termasuk piring keramik, pouch, dan dompet.
Transformasi Digital dalam Penjualan
Perkembangan teknologi dan media sosial turut mengubah pola bisnis suvenir di Pasar Asemka. Yuni memanfaatkan platform TikTok untuk mempromosikan produk secara online, memungkinkan jangkauan ke konsumen baru yang sebelumnya tidak datang langsung ke toko. Lewat cara ini, ia pernah mengelola hingga 2.000 resi pesanan daring dalam sehari, sekaligus meningkatkan kunjungan pelanggan offline.
Tantangan dan Prospek Bisnis Suvenir
Meskipun digitalisasi membantu memperluas pasar, Yuni mengakui adanya penurunan penjualan secara langsung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, kenaikan harga bahan baku impor menjadi tantangan utama dalam menjaga harga suvenir tetap kompetitif. Namun, adaptasi dengan tren baru dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menjaga keberlangsungan bisnis suvenir di Pasar Asemka.
Bisnis suvenir di Pasar Asemka menunjukkan bagaimana usaha kecil dapat berinovasi dan bertahan di tengah dinamika pasar serta perubahan perilaku konsumen, sekaligus menjaga tradisi dan nilai lokal melalui produk yang dihasilkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










