Investasi Elektronika Meningkat Jadi Rp 10,94 Triliun, Industri Animasi Buka Peluang Kerja Signifikan

Suara Pecari – Investasi di sektor elektronika dan telematika Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai yang diproyeksikan mencapai Rp 10,94 triliun pada tahun 2025. Pertumbuhan ini sejalan dengan perkembangan pesat industri animasi yang bukan hanya berbasis teknologi tinggi, tetapi juga padat karya, membuka peluang kerja yang luas di dalam negeri.

Perkembangan Investasi dan Industri Animasi

<pMenurut Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, industri kreatif digital terutama animasi, menjadi sektor yang sangat potensial dalam menyerap tenaga kerja Indonesia. Meskipun teknologi digital dan kecerdasan artifisial semakin maju, proses produksi animasi tetap memerlukan keterlibatan tenaga manusia secara intensif di berbagai tahapannya.

Baca juga:

“Potensinya besar sekali sekarang, apalagi di era digital dan AI. Teknologi digital itu tidak semata-mata padat modal dan teknologi, tetapi juga padat karya, termasuk animasi yang menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Sarmuji saat kunjungan kerja di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali.

Dukungan Pengembangan Talenta dan Ekosistem Industri

Menteri Sarmuji menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem industri agar Indonesia dapat bersaing di pasar global. Salah satu langkah nyata adalah pelatihan tenaga kerja di BDI Denpasar yang telah berhasil mencetak lulusan yang terlibat dalam produksi film animasi nasional, seperti film Jumbo.

“Film Jumbo mempekerjakan tiga lulusan BDI Denpasar. Ini menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan untuk industri animasi di Indonesia,” tambahnya.

Data Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain nilai investasi yang meningkat tajam dari Rp 4,13 triliun pada 2022 menjadi diperkirakan Rp 10,94 triliun pada 2025, realisasi investasi pada semester pertama tahun 2026 mencapai Rp 6,4 triliun. Pada kuartal II 2026, beberapa kelompok industri seperti barang logam, komputer, barang elektronik, dan optik juga menunjukkan kinerja yang positif, mendukung pertumbuhan sektor ini secara keseluruhan.

Baca juga:

Potensi Industri Animasi sebagai Penggerak Ekonomi

Industri animasi di Indonesia tidak hanya berperan sebagai sektor teknologi tinggi, tetapi juga sebagai ladang penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Kebutuhan akan keterampilan dan kreativitas manusia dalam animasi tetap tinggi meski didukung oleh teknologi canggih. Hal ini menjadikan industri animasi sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat daya saing industri nasional dan membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda.

Dengan dorongan investasi yang terus meningkat dan pengembangan talenta yang fokus, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemain utama dalam industri kreatif digital dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *