Pemerhati: Strategi Multisource Redam Risiko Gangguan Pasokan Energi Akibat Konflik Global
Suara Pecari | Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik yang memicu penutupan Selat Hormuz, Indonesia dinilai memiliki ketahanan pasokan energi yang relatif kuat berkat penerapan strategi pengadaan dari berbagai sumber. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Risiko, menegaskan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi potensi gangguan pasokan global.
Strategi Multisource: Kunci Ketahanan Energi Nasional
Menurut Komaidi, sekitar 60 hingga 65 persen pasokan energi Indonesia berasal dari berbagai sumber yang tersebar di beberapa wilayah. Diversifikasi ini memungkinkan Indonesia untuk tetap memperoleh pasokan meskipun terjadi gangguan di salah satu kawasan. “Pasokan energi Indonesia tidak hanya berasal dari satu kawasan. Kita sudah menerapkan strategi multisource sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan,” ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Strategi ini mencakup impor minyak mentah, gas alam, dan batu bara dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia Pasifik, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika. Dengan demikian, ketika terjadi krisis di Timur Tengah, Indonesia masih memiliki alternatif sumber dari kawasan lain.
Dampak Potensial Gangguan Pasokan Timur Tengah
Meskipun strategi multisource memberikan perlindungan, Komaidi mengingatkan bahwa gangguan pasokan dari Timur Tengah tetap berpotensi menimbulkan dampak. Indonesia kemungkinan harus mencari sumber energi dari kawasan lain, seperti Amerika Serikat. Namun, waktu pengiriman dari Amerika Serikat jauh lebih lama dibandingkan dari Afrika atau Timur Tengah.
| Kawasan Asal | Perkiraan Waktu Pengiriman |
|---|---|
| Afrika / Timur Tengah | 8 – 12 hari |
| Amerika Serikat | 35 – 40 hari |
Komaidi menjelaskan bahwa pergeseran sumber pasokan akan meningkatkan biaya pengadaan. Hal ini disebabkan oleh jarak tempuh yang lebih jauh dan biaya logistik yang lebih tinggi. “Ketersediaan energi di dalam negeri tetap menjadi prioritas. Namun, pergeseran sumber pasokan akan meningkatkan biaya pengadaan,” tegasnya.
Kronologi Peristiwa: Penutupan Selat Hormuz
Penutupan Selat Hormuz bermula dari meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat terkait program nuklir Iran. Pada awal Juni 2026, Iran mengumumkan penutupan selat tersebut sebagai respons terhadap sanksi ekonomi yang diperketat. Langkah ini langsung memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur transit sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Beberapa negara, termasuk Indonesia, segera mengaktifkan rencana kontinjensi untuk mengamankan pasokan energi nasional. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengidentifikasi sumber alternatif dari Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara Afrika.
Dampak dan Implikasi bagi Indonesia
Gangguan pasokan energi global memiliki implikasi luas bagi Indonesia, terutama dari segi ekonomi dan ketahanan energi. Berikut adalah beberapa dampak yang perlu diantisipasi:
- Kenaikan Biaya Impor: Pengalihan sumber pasokan ke kawasan yang lebih jauh akan meningkatkan biaya pengadaan energi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga energi domestik.
- Tekanan pada Anggaran Negara: Pemerintah mungkin perlu mengalokasikan subsidi tambahan untuk menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat.
- Percepatan Transisi Energi: Krisis ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.
- Stabilitas Pasokan: Meskipun strategi multisource memberikan perlindungan, ketergantungan pada impor tetap menimbulkan risiko. Oleh karena itu, peningkatan produksi energi dalam negeri menjadi prioritas.
Komaidi menekankan bahwa ketahanan energi harus berjalan seiring dengan transisi energi. Langkah ini mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060. Namun, ia mengakui bahwa pengembangan energi baru memerlukan waktu yang cukup panjang. “Sebuah proyek energi baru umumnya membutuhkan waktu sekitar lima tahun hingga beroperasi komersial,” katanya.
Analisis: Strategi Multisource sebagai Model Ketahanan Energi
Penerapan strategi multisource oleh Indonesia merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Diversifikasi sumber pasokan tidak hanya mengurangi risiko gangguan, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam negosiasi harga dan kontrak. Namun, strategi ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi dalam negeri dan investasi di sektor energi terbarukan.
Pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur penyimpanan energi, seperti kilang minyak dan fasilitas penyimpanan gas, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau gangguan pasokan yang berkepanjangan. Selain itu, kerja sama regional melalui ASEAN dan forum multilateral lainnya dapat menjadi saluran untuk mengamankan pasokan energi bersama.
Dalam jangka panjang, transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. Indonesia memiliki potensi besar dalam energi surya, angin, panas bumi, dan bioenergi. Dengan kebijakan yang konsisten dan investasi yang memadai, Indonesia dapat mencapai kemandirian energi sekaligus memenuhi komitmen iklim global.
Di tengah krisis yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah telah memastikan bahwa stok energi nasional aman untuk beberapa bulan ke depan. Namun, efisiensi penggunaan energi dan kesadaran akan pentingnya konservasi energi tetap perlu ditingkatkan.
Strategi multisource yang telah dijalankan Indonesia membuktikan bahwa antisipasi dan perencanaan yang matang dapat meredam dampak krisis global. Meskipun tantangan masih ada, Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melewati masa sulit ini. Ke depan, integrasi antara ketahanan energi dan transisi energi akan menjadi pilar utama dalam membangun sistem energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












