Medco EP Kembangkan Budidaya Lele untuk Perkuat Ekonomi Warga Muba
Suara Pecari, Musi Banyuasin – Medco EP Grissik Ltd. terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan lele di Desa Suka Maju, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Program ini merupakan bagian dari Local Business Development (LBD) dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM) pilar ekonomi. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, Medco EP mendorong terciptanya usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi desa.
Latar Belakang dan Potensi Lokal
Desa Suka Maju memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan, terutama ikan lele yang dikenal mudah dipelihara dan memiliki permintaan pasar yang stabil. Namun, selama ini masyarakat masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal, teknologi budidaya yang sederhana, serta akses pasar yang terbatas. Melalui program LBD, Medco EP hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dengan memberikan dukungan menyeluruh mulai dari sarana produksi, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan kelompok.
Program ini dijalankan bersama dua kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Maju Makmur Sentosa (MMS) I dan MMS II. Kedua kelompok ini menjadi motor penggerak utama dalam implementasi budidaya lele di desa. Dengan bimbingan dari Medco EP, mereka tidak hanya fokus pada pembesaran ikan, tetapi juga merambah ke sektor hulu seperti pembenihan dan produksi pakan mandiri.
Dukungan Medco EP: Sarana, Pendampingan, dan Penguatan Kelembagaan
Senior Manager Communication Medco EP, Leony Iervyn, menjelaskan bahwa program LBD dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis potensi lokal. “Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi perikanan budidaya yang berkualitas,” ujarnya dalam rilis yang diterima RRI, Rabu, 15 Juli 2026.
Dukungan yang diberikan meliputi tiga aspek utama:
- Penguatan Sarana Budidaya: Medco EP menyediakan kolam terpal, bibit lele unggul, pakan berkualitas, serta peralatan pendukung seperti aerator dan alat pengukur kualitas air.
- Pendampingan Teknis: Tim ahli dari Medco EP secara rutin memberikan pelatihan tentang teknik budidaya yang baik, manajemen pakan, pencegahan penyakit, serta panen dan pasca panen.
- Peningkatan Kapasitas Kelembagaan: Kelompok tani dibekali dengan pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan, dan strategi pemasaran agar usaha mereka berkelanjutan.
Leony menambahkan, “Kami berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Lewat program ini kami berharap masyarakat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengembangkan usaha budidaya lele berdaya saing.”
Perkembangan dan Hasil Program
Sejak program dimulai pada awal tahun 2026, Kelompok MMS I dan MMS II telah menunjukkan kemajuan signifikan. Berikut adalah data perkembangan budidaya lele di Desa Suka Maju:
| Aspek | Sebelum Program | Setelah Program (Juli 2026) |
|---|---|---|
| Jumlah Kolam | 5 kolam (ukuran 5×7 m) | 15 kolam (ukuran 7×10 m) |
| Produksi per Siklus | 500 kg | 2.000 kg |
| Pendapatan per Siklus | Rp 7.500.000 | Rp 30.000.000 |
| Jenis Usaha | Pembesaran saja | Pembenihan, pakan mandiri, pembesaran |
Ketua Kelompok Maju Makmur Sentosa, Pangih Mulyadi, mengapresiasi dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut meningkatkan semangat kelompok untuk terus mengembangkan usaha. “Kami berterima kasih kepada Medco EP atas dukungan yang diberikan. Semoga usaha ini dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menghasilkan ikan lele berkualitas. Ke depan kami juga berharap pendampingan dapat terus berlanjut agar usaha kami semakin berkembang,” ujarnya.
Dampak dan Implikasi
Program budidaya lele ini membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi anggota kelompok tetapi juga bagi masyarakat Desa Suka Maju secara keseluruhan. Beberapa dampak yang terlihat antara lain:
- Peningkatan Pendapatan: Dengan produksi yang meningkat, pendapatan anggota kelompok naik signifikan. Rata-rata pendapatan per anggota per bulan meningkat dari Rp 500.000 menjadi Rp 2.000.000.
- Kemandirian Pangan: Produksi ikan lele yang melimpah membantu memenuhi kebutuhan protein hewani warga desa, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Usaha budidaya lele membuka peluang kerja baru, terutama bagi pemuda desa yang sebelumnya menganggur.
- Penguatan Ekonomi Desa: Keuntungan dari usaha ini sebagian disisihkan untuk kas kelompok dan digunakan untuk pembangunan desa, seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum.
Dari sisi industri, program ini menjadi contoh sukses bagaimana perusahaan migas dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal di luar sektor hulu migas. Medco EP Grissik Ltd., sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah SKK Migas yang mengelola Blok Corridor di Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberlanjutan.
Prospek Ke Depan
Keberhasilan program ini membuka peluang untuk direplikasi di desa-desa lain di sekitar wilayah operasi Medco EP. Perusahaan berencana memperluas program LBD ke sektor perikanan lainnya, seperti budidaya nila dan patin, serta mengembangkan rantai nilai yang lebih terintegrasi. Selain itu, Medco EP juga akan memfasilitasi akses pasar bagi produk kelompok, baik melalui kerja sama dengan pedagang lokal maupun platform digital.
Pangih Mulyadi menambahkan, kelompoknya kini tengah menjajaki kerja sama dengan restoran dan rumah makan di sekitar Muba untuk memasok lele segar. “Kami ingin produk kami dikenal luas. Dengan kualitas yang baik, kami yakin bisa bersaing di pasar,” ujarnya optimis.
Program budidaya lele di Desa Suka Maju membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal mampu menciptakan perubahan nyata. Dengan sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah, kemandirian ekonomi desa bukan lagi sekadar wacana. Medco EP telah menunjukkan bahwa investasi pada manusia dan sumber daya lokal adalah kunci pembangunan yang berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










