Slovenia Rencanakan Referendum Keluar NATO, Alasan Anggaran dan Kemandirian Nasional
Suara Pecari – 16 April 2026 | Parlemen Slovenia akan menggelar referendum untuk menentukan apakah negara itu akan mengundurkan diri dari NATO, kata Ketua Parlemen Zoran Stevanovic pada Selasa.
Stevanovic menegaskan keputusan itu murni inisiatif nasional, tidak dipengaruhi pihak luar, dan bukan bentuk dukungan kepada Rusia.
Slovenia menjadi anggota NATO sejak 2004, bersamaan dengan masuknya ke Uni Eropa.
Gagasan keluar NATO muncul pada 2025 setelah perdebatan publik menyoroti beban anggaran pertahanan dan risiko konflik internasional.
NATO menuntut setiap anggota mengalokasikan minimal 2% PDB untuk pertahanan; pemerintah Slovenia menganggap target itu terlalu tinggi bagi perekonomian kecilnya.
Pemerintah berargumen bahwa dana tersebut dapat dialokasikan ke sektor kesehatan dan pendidikan yang tengah menghadapi tekanan meningkat.
Selain masalah keuangan, Slovenia khawatir terjerat dalam konflik luar, khususnya perang antara Rusia dan Ukraina.
Pejabat menekankan bahwa keterlibatan militer NATO dapat memaksa Slovenia berperang dalam konflik yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Survei publik 2025 menunjukkan mayoritas warga mendukung keanggotaan NATO, mengingat jaminan keamanan yang diberikan aliansi.
Stevanovic mengakui kemungkinan penolakan publik namun menegaskan referendum merupakan janji yang harus ditepati kepada pemilih.
Apabila hasil referendum mayoritas memilih keluar, pemerintah akan mengajukan permohonan resmi penarikan diri kepada NATO.
Rencana satu anggota meninggalkan NATO menimbulkan pertanyaan tentang kohesi aliansi, terutama saat Amerika Serikat memberi sinyal kemungkinan penarikan diri.
Laporan terbaru menyebut Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan penarikan AS dari NATO karena menilai sekutu Eropa kurang dapat diandalkan.
Menanggapi potensi itu, Jerman di bawah Kanselir Friedrich Merz memimpin inisiatif memperkuat kemampuan pertahanan Eropa secara mandiri.
Para pemimpin Eropa menegaskan langkah tersebut bukan untuk menggantikan NATO, melainkan sebagai lapisan asuransi bila dukungan AS berkurang.
Keputusan Slovenia, yang didorong oleh pertimbangan anggaran dan kemandirian, dapat memengaruhi perdebatan lebih luas tentang pembagian beban dalam NATO.
Pengamat mencatat bahwa keluarnya Slovenia bisa memicu negara‑negara kecil lain menilai kembali komitmen mereka, berpotensi mengubah dinamika aliansi.
Saat ini, pemerintah Slovenia tengah menyiapkan jadwal referendum sementara NATO memantau perkembangan tanpa menimbulkan kepanikan.
Hasil pemungutan suara nanti akan menentukan apakah Slovenia tetap berada dalam kerangka pertahanan kolektif atau mengejar kebijakan keamanan yang lebih independen.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







