Iran Akan Revisi Draf MoU dengan AS, Negosiasi Masih Berlangsung

Iran Akan Revisi Draf MoU dengan AS, Negosiasi Masih Berlangsung

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Teheran — Iran akan mengajukan perubahan terhadap draf nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat setelah menerima respons terbaru dari Washington. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim yang mengutip sumber yang mengetahui jalannya perundingan.

Melansir dari Xinhua, 2 Juni 2026, Iran menyatakan hanya akan menerima rancangan yang sesuai dengan kepentingan dan persetujuannya. Karena itu, perubahan yang dilakukan Amerika Serikat tidak serta-merta berarti telah mendapat persetujuan dari Teheran.

Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan bahwa Washington telah mengubah beberapa bagian dalam draf perjanjian dan mengirimkannya kembali kepada Iran. Laporan tersebut juga menyebut Presiden AS, Donald Trump, memiliki keberatan terhadap sejumlah ketentuan dalam rancangan kesepakatan tersebut.

Salah satu isu yang menjadi perhatian Trump adalah pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Selain itu, ia juga disebut menginginkan persyaratan yang lebih ketat, terutama terkait pengelolaan material nuklir Iran.

Perundingan ini berlangsung di tengah upaya kedua negara untuk mengakhiri konflik sejak 28 Februari lalu. Ketegangan yang berkembang kemudian mendorong berbagai upaya diplomatik untuk mencari jalan keluar dari konflik tersebut.

Pada 8 April, Iran dan Amerika Serikat mencapai gencatan senjata sementara yang membuka peluang bagi proses negosiasi lebih lanjut. Beberapa pekan terakhir, kedua pihak saling bertukar sejumlah proposal yang memuat syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.

Hingga kini, Teheran dan Washington masih berupaya mencapai kesepakatan akhir mengenai nota kesepahaman tersebut. Namun, perbedaan pandangan terkait sejumlah poin penting menunjukkan bahwa proses negosiasi masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan