Pengabdian Mahasiswa UTU Tinggalkan Jejak Nyata di Gayo Lues: Bangun Huntara dan Fasilitas Pendidikan
Suara Pecari, Blangkejeren – Pengabdian mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh di Kampung Pepelah dan Kampung Ekan, Kecamatan Pining, Gayo Lues tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga fasilitas fisik yang nyata bagi masyarakat setempat. Selama sepuluh hari, tim Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UTU bekerja keras membangun berbagai infrastruktur penting untuk Hunian Sementara (Huntara) di wilayah yang sempat terdampak bencana tersebut. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Latar Belakang dan Tujuan Program
Kecamatan Pining, yang terletak di Kabupaten Gayo Lues, merupakan salah satu daerah yang membutuhkan perhatian dalam hal infrastruktur dasar. Bencana alam yang melanda beberapa waktu lalu menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harus menempati Huntara. Menyadari kondisi tersebut, UTU melalui program KPM mengirimkan mahasiswa untuk membantu pembangunan fasilitas yang layak. Ketua Tim KPM UTU, Irsadi Aristora, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Kami tidak hanya ingin membangun fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal,” ujarnya.
Kronologi Pelaksanaan KPM
- Hari 1-3: Survei lokasi dan koordinasi dengan pemerintah kampung serta tokoh masyarakat.
- Hari 4-7: Pembangunan bangunan serbaguna yang difungsikan sebagai mushalla dan ruang belajar, instalasi air bersih, serta rehabilitasi jalan menuju Huntara.
- Hari 8-9: Pembangunan fasilitas MCK dan penyerahan buku Iqra serta Al-Quran untuk kegiatan belajar anak-anak.
- Hari 10: Serah terima fasilitas kepada pemerintah kampung dan acara pemulangan mahasiswa di Aula Setdakab Gayo Lues.
Fasilitas yang Dibangun
Selama sepuluh hari, mahasiswa UTU berhasil menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan. Berikut adalah rincian fasilitas yang dibangun:
| Jenis Fasilitas | Deskripsi | Manfaat |
|---|---|---|
| Bangunan Serbaguna | Mushalla dan ruang belajar | Tempat ibadah dan pendidikan anak-anak |
| Instalasi Air Bersih | Sistem penyediaan air bersih untuk Huntara | Memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi |
| Rehabilitasi Jalan | Perbaikan akses jalan menuju Huntara | Memudahkan mobilitas warga dan distribusi logistik |
| Fasilitas MCK | Mandi, cuci, kakus yang layak | Meningkatkan higienitas dan kesehatan warga |
| Buku Iqra dan Al-Quran | Buku belajar mengaji dan Al-Quran | Mendukung pendidikan agama anak-anak |
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Kesuksesan program KPM UTU tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Sekretaris Daerah Gayo Lues, H. Irwansyah, yang membacakan sambutan Bupati, menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kami sangat berterima kasih atas dedikasi mahasiswa UTU yang telah mengabdi di wilayah Pining. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam acara pemulangan mahasiswa.
Camat Pining, Wen Zulfian, juga menegaskan pentingnya infrastruktur yang dibangun. “Fasilitas ini sangat membantu kebutuhan warga di kawasan Huntara. Kami akan menjaga dan memanfaatkannya untuk kepentingan sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” katanya. Pemerintah kampung setempat kini bertanggung jawab untuk mengelola dan merawat aset yang telah diserahkan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Kehadiran fasilitas-fasilitas ini memberikan dampak signifikan bagi kehidupan warga Huntara. Dengan adanya instalasi air bersih, warga tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapatkan air. Mushalla dan ruang belajar menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan anak-anak. Rehabilitasi jalan mempermudah akses transportasi, sehingga distribusi bantuan logistik menjadi lebih lancar. Fasilitas MCK yang layak meningkatkan derajat kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengabdian masyarakat di perguruan tinggi lain. Kerja sama antara UTU dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga diharapkan terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan berkelanjutan.
Penutup
Pengabdian mahasiswa UTU di Gayo Lues telah membuktikan bahwa kontribusi kecil dari sekelompok pemuda dapat meninggalkan jejak yang besar dan bermanfaat. Fasilitas yang dibangun bukan sekadar beton dan kayu, melainkan fondasi bagi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Pining. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercipta selama program berlangsung menjadi modal berharga bagi pembangunan daerah. Ke depannya, diharapkan lebih banyak lagi program serupa yang dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, sehingga pemerataan pembangunan dapat terwujud.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










