Pemprov Sumsel dan BNI Perkuat Sultan Muda menuju Pasar Global
Suara Pecari, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan dukungan penuh terhadap komitmen PT Bank Negara Indonesia (BNI) dalam mengembangkan potensi ekspor melalui Program Sultan Muda Sumsel. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Regional CEO BNI Wilayah 03 Palembang, Bagus Ardani Sutoyo, di Palembang, Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan itu membahas penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan BNI dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku usaha muda berdaya saing hingga ke pasar internasional.
Program Sultan Muda Sumsel merupakan inisiatif strategis yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan BNI. Program ini bertujuan untuk mencetak wirausaha muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bisnis yang baik, tetapi juga berorientasi pada ekspor produk unggulan daerah. Dengan demikian, para peserta program diharapkan dapat menjadi pahlawan devisa yang turut menggerakkan perekonomian Sumatera Selatan.
Latar Belakang Program Sultan Muda Sumsel
Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Produk unggulan seperti kopi robusta, karet, kelapa sawit, dan udang windu telah dikenal di pasar internasional. Namun, selama ini banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan, pendampingan, dan jaringan pemasaran global. Program Sultan Muda Sumsel hadir untuk mengatasi kendala tersebut dengan menyediakan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, dan bimbingan ekspor bagi generasi muda.
Gubernur Herman Deru menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan sektor perbankan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lebih banyak wirausaha muda yang tidak hanya mampu mengembangkan usaha, tetapi juga berorientasi pada ekspor produk unggulan Sumatera Selatan. Menurutnya, Program Sultan Muda Sumsel tidak hanya berfokus pada penciptaan pelaku usaha baru, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing produk daerah di pasar global.
Sinergi Pemprov Sumsel dan BNI
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru dan Bagus Ardani Sutoyo membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat Program Sultan Muda Sumsel. Beberapa poin penting yang disepakati antara lain:
- Peningkatan akses pembiayaan bagi peserta program melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan produk perbankan lainnya.
- Pendampingan usaha yang meliputi pelatihan manajemen bisnis, pemasaran digital, dan sertifikasi produk ekspor.
- Pembukaan jaringan pemasaran internasional melalui kerja sama dengan mitra BNI di luar negeri.
- Fasilitasi partisipasi dalam pameran dagang internasional.
Bagus Ardani Sutoyo menyatakan komitmen BNI untuk mendukung penuh program ini. “BNI memiliki jaringan luas di berbagai negara, sehingga kami dapat membantu para wirausaha muda Sumsel untuk memasarkan produknya ke pasar global. Kami juga akan memberikan pelatihan mengenai prosedur ekspor, standar kualitas, dan strategi penetrasi pasar,” ujarnya.
Data dan Target Program Sultan Muda Sumsel
Berikut adalah data terkait Program Sultan Muda Sumsel yang disampaikan dalam pertemuan tersebut:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah peserta tahun 2026 | 500 wirausaha muda |
| Target ekspor tahun 2027 | Rp 100 miliar |
| Produk unggulan | Kopi, karet, kelapa sawit, udang, kerajinan tangan |
| Negara tujuan ekspor | Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, Timur Tengah |
Dengan target yang ambisius tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis semakin banyak pelaku UMKM dan wirausaha muda yang naik kelas, memperluas pasar, serta membawa produk-produk unggulan daerah menembus pasar ekspor dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Sumatera Selatan.
Dampak dan Implikasi
Program Sultan Muda Sumsel diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak:
- Bagi masyarakat: Terbukanya lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan bagi generasi muda.
- Bagi pelaku UMKM: Akses pembiayaan dan pendampingan yang lebih baik, serta peluang ekspor yang lebih luas.
- Bagi pemerintah daerah: Meningkatnya devisa daerah dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
- Bagi BNI: Ekspansi portofolio kredit dan penguatan citra sebagai bank yang mendukung UMKM.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong transformasi ekonomi melalui pengembangan wirausaha muda dan peningkatan ekspor non-migas.
Kronologi Peristiwa
Berikut adalah kronologi singkat terkait penguatan Program Sultan Muda Sumsel:
- 13 Juli 2026: Audiensi Gubernur Sumsel dengan Regional CEO BNI Wilayah 03 Palembang. Pembahasan penguatan sinergi dan komitmen bersama.
- 20 Juli 2026 (rencana): Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sumsel dan BNI.
- Agustus 2026: Pelatihan perdana bagi 100 peserta program.
- September 2026: Pameran produk Sultan Muda di Jakarta.
- Oktober 2026: Misi dagang ke Jepang.
Dengan adanya jadwal yang jelas, diharapkan program ini dapat berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang optimal.
Penutup
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, langkah Pemprov Sumsel dan BNI untuk memperkuat Program Sultan Muda Sumsel merupakan angin segar bagi ekosistem kewirausahaan di daerah. Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan perbankan, para wirausaha muda Sumsel kini memiliki pijakan yang lebih kokoh untuk melangkah ke pentas dunia. Bukan sekadar mimpi, produk-produk unggulan Sumatera Selatan kini siap bersaing di pasar internasional, membawa nama daerah dan Indonesia ke kancah global. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan melahirkan generasi baru pahlawan devisa yang akan menggerakkan roda perekonomian bangsa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










