Kendalikan Inflasi, Gubernur Jatim dan Bupati Bangkalan Tinjau Pasar Murah: Upaya Nyata Menjaga Daya Beli Masyarakat

Kendalikan Inflasi, Gubernur Jatim dan Bupati Bangkalan Tinjau Pasar Murah: Upaya Nyata Menjaga Daya Beli Masyarakat

Suara Pecari, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar program Pasar Murah di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terus diintensifkan di tengah fluktuasi harga pangan nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Bangkalan Lukman Hakim secara langsung meninjau pelaksanaan pasar murah, memberikan semangat kepada pedagang dan pembeli, serta menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga kurang mampu.

Latar Belakang: Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Indonesia, termasuk Jawa Timur, menghadapi tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga pangan global, gangguan rantai pasok, dan meningkatnya biaya produksi. Di Kabupaten Bangkalan, yang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi di Madura, lonjakan harga kebutuhan pokok dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan bahwa inflasi year-on-year (yoy) di provinsi ini pada Juni 2026 mencapai 4,2%, dengan komoditas pangan sebagai penyumbang utama. Oleh karena itu, intervensi seperti pasar murah menjadi krusial untuk menstabilkan harga dan memastikan akses pangan bagi warga.

Kronologi Pelaksanaan Pasar Murah

Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB dengan persiapan lokasi dan penataan stan. Puluhan pedagang dari berbagai sektor, termasuk distributor bahan pokok dan pelaku UMKM, turut berpartisipasi. Berikut adalah kronologi acara:

  • 07.00 – 08.00 WIB: Persiapan stan dan penempatan barang oleh panitia dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim dan Bangkalan.
  • 08.00 – 09.00 WIB: Pembukaan resmi oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim, dilanjutkan sambutan Gubernur Khofifah.
  • 09.00 – 11.00 WIB: Peninjauan stan oleh Gubernur dan Bupati, serta dialog dengan pedagang dan pengunjung.
  • 11.00 – 12.00 WIB: Penyerahan bantuan sembako kepada 50 keluarga penerima manfaat secara simbolis.
  • 12.00 WIB selesai: Pasar murah tetap berlangsung hingga pukul 15.00 WIB untuk melayani masyarakat umum.

Produk dan Harga di Pasar Murah

Pasar murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Berikut adalah daftar komoditas dan harga yang ditawarkan:

KomoditasHarga Pasar MurahHarga Pasar Rata-rataSelisih
Beras Premium (5 kg)Rp55.000Rp70.000-21%
Minyak Goreng (2 liter)Rp28.000Rp36.000-22%
Gula Pasir (1 kg)Rp12.000Rp16.000-25%
Telur Ayam (1 kg)Rp22.000Rp28.000-21%
Tepung Terigu (1 kg)Rp9.000Rp12.000-25%

Selain bahan pokok, pasar murah juga menyediakan produk UMKM seperti kerupuk, abon, batik, dan kerajinan tangan dengan harga terjangkau. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong ekonomi lokal sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil.

Pernyataan Pejabat: Komitmen dan Harapan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah merupakan program rutin yang bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota. “Tujuannya untuk mengidentifikasi kondisi di lapangan sehingga kita dapat menemukan solusi yang tepat dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat,” tutur Khofifah. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM. “Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memberdayakan UMKM agar produk-produknya semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.”

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor. “Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran,” pungkas Lukman. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menggelar pasar murah secara berkala, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian

Kehadiran pasar murah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Dengan selisih harga 20-25% di bawah pasar, daya beli masyarakat meningkat, dan beban pengeluaran rumah tangga berkurang. Dalam jangka pendek, kegiatan ini membantu menekan angka inflasi di tingkat lokal. Dalam jangka panjang, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pengendalian inflasi dapat menjadi model bagi daerah lain.

Bagi UMKM, pasar murah menjadi ajang promosi dan perluasan pasar. Banyak pelaku UMKM yang mengaku omsetnya meningkat selama acara berlangsung. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, tantangan tetap ada, seperti ketersediaan pasokan dan distribusi yang merata. Pemerintah perlu memastikan keberlanjutan program dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Bulog dan distributor swasta.

Penutup: Langkah ke Depan

Di tengah gejolak harga pangan nasional, langkah Gubernur Khofifah dan Bupati Lukman untuk hadir langsung di tengah masyarakat menunjukkan kepedulian dan respons cepat pemerintah. Pasar murah bukan sekadar acara seremonial, melainkan instrumen strategis dalam kebijakan pengendalian inflasi. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat diperluas ke kecamatan-kecamatan lain di Bangkalan, serta diintegrasikan dengan program bantuan sosial lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, stabilitas harga dan kesejahteraan rakyat dapat terus terjaga.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *