Inggris Tegaskan Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia dan ASEAN
Suara Pecari | Jakarta – Dalam sebuah perayaan yang sarat makna, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia dan ASEAN. Acara yang digelar Rabu, 10 Juni 2026, di Jakarta Selatan, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-78 Raja Charles III, menjadi panggung bagi sejumlah pengumuman penting yang menandai era baru hubungan bilateral. Dengan tema inovasi, acara ini mencerminkan eratnya kerja sama kedua negara di berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga pertahanan.
Kemitraan Strategis: Lebih dari Sekadar Simbol
Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi hubungan Inggris-Indonesia. Kedua negara telah meluncurkan kemitraan strategis yang mencakup bidang teknologi, maritim, dan pertumbuhan ekonomi. Dubes Jermey menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi untuk persahabatan jangka panjang. “Ini adalah tahun di mana Inggris-Indonesia meluncurkan kemitraan strategis di antara kita yang berkaitan dengan teknologi. ARM (perusahaan semikonduktor Inggris) bekerja sama dengan Danantara untuk menciptakan ekosistem semikonduktor,” ujar Jermey. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri semikonduktor Indonesia, yang merupakan sektor vital di era digital.
Selain teknologi, sektor maritim menjadi sorotan utama. Program kemitraan maritim yang diumumkan akan mendorong modernisasi kapal penangkap ikan dan fregat pertahanan di Indonesia. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pertahanan laut, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di kedua negara. Kerja sama ini juga sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi: Dorongan untuk Investasi dan Perdagangan
Kemitraan pertumbuhan ekonomi yang diluncurkan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Starmer pada Januari lalu semakin memperkuat hubungan bilateral. Dubes Jermey menekankan bahwa kemitraan ini mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Inggris. Melalui peningkatan perdagangan dan investasi, kedua negara berharap dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Data menunjukkan bahwa nilai perdagangan bilateral mencapai £3,5 miliar pada 2025, dan target ambisius ditetapkan untuk meningkatkannya hingga 20% dalam lima tahun ke depan.
| Sektor | Inisiatif Utama | Target Dampak |
|---|---|---|
| Teknologi | Kolaborasi ARM-Danantara untuk ekosistem semikonduktor | Mengurangi ketergantungan impor chip, ciptakan 10.000 lapangan kerja |
| Maritim | Modernisasi kapal ikan dan fregat pertahanan | Peningkatan kapasitas pertahanan laut, 5.000 lapangan kerja baru |
| Ekonomi | Kemitraan pertumbuhan ekonomi | Peningkatan investasi bilateral 20% dalam 5 tahun |
Pendidikan: Jembatan Masa Depan Generasi Muda
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong generasi muda Indonesia untuk mempertimbangkan Inggris sebagai tujuan pendidikan tinggi. Menurutnya, universitas-universitas di Inggris memiliki reputasi internasional yang sangat baik. “Jika Anda melihat peringkat universitas misalnya, selalu Amerika dan Inggris berada di 10 besar. Oxford, Cambridge, Imperial College, UCL, London School of Economics, semuanya termasuk yang berkualitas tinggi,” ujar Mendagri Tito, yang pernah mendapatkan beasiswa British Council pada 1992 untuk berkuliah di Universitas Exeter.
Belajar di Inggris tidak hanya memberikan akses terhadap pendidikan berkualitas, tetapi juga kesempatan membangun jaringan internasional yang luas. Tito juga menyinggung posisi historis Inggris sebagai salah satu pusat pengaruh global. Hingga kini, Inggris tetap memiliki peran penting dalam bidang keuangan, perdagangan, dan sektor strategis lainnya. Pemerintah Indonesia pun terus mendorong program beasiswa, termasuk melalui skema LPDP yang bekerja sama dengan universitas-universitas Inggris.
Inggris dan ASEAN: Lima Tahun Kemitraan Dialog
Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, mengungkapkan bahwa 2025 menandai lima tahun kemitraan dialog antara Inggris dan ASEAN. Hubungan kedua pihak telah berkembang dan menghasilkan berbagai capaian di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya. “Dengan investasi sebesar 25 juta poundsterling dalam proyek-proyek di seluruh negara anggota ASEAN, berfokus pada pengawasan penyakit dan kesiapan untuk menanggapi risiko yang muncul. Kami juga bekerja pada transisi hijau, mendukung ASEAN dalam pengembangan jaringan listrik ASEAN, juga di Indonesia, kami mengerjakan solusi berbasis alam yang membantu mencegah banjir di Jawa,” ujar Dubes Helen.
Dampak dan Implikasi bagi Indonesia dan ASEAN
Kemitraan strategis ini membawa dampak signifikan bagi Indonesia dan ASEAN. Di sektor teknologi, kolaborasi dengan ARM dapat mempercepat pengembangan industri semikonduktor dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Di sektor maritim, modernisasi kapal perang dan kapal ikan akan memperkuat kedaulatan laut dan meningkatkan produktivitas perikanan. Sementara itu, kemitraan ekonomi diharapkan mendorong investasi Inggris di Indonesia, terutama di bidang infrastruktur dan energi hijau.
Bagi ASEAN, investasi Inggris sebesar 25 juta poundsterling untuk pengawasan penyakit dan transisi hijau akan memperkuat ketahanan regional. Dukungan untuk pengembangan jaringan listrik ASEAN juga akan mempercepat integrasi energi di kawasan, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kronologi Peristiwa
- Januari 2026: Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Starmer meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Inggris-Indonesia.
- Juni 2026: Perayaan ulang tahun Raja Charles III ke-78 menjadi ajang penegasan komitmen kemitraan strategis, dengan pengumuman kolaborasi teknologi dan maritim.
- 2025: Peringatan lima tahun kemitraan dialog Inggris-ASEAN, dengan investasi 25 juta poundsterling untuk proyek-proyek regional.
Acara perayaan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Utusan Perdagangan Inggris untuk Indonesia dan ASEAN Naz Shah MP, serta sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Didit Hediprasetryo, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam memperkuat hubungan bilateral.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, kemitraan antara Inggris, Indonesia, dan ASEAN menjadi pilar penting bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan. Dengan fokus pada inovasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan, kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat persahabatan dan saling pengertian antarbangsa. Masa depan hubungan Inggris-Indonesia dan Inggris-ASEAN tampak cerah, dan langkah-langkah konkret yang diumumkan pada perayaan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mewujudkannya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











