Unand Sukses Gelar AICCON 2026: Konferensi Internasional Komunikasi Bahas Isu Global dan Standarisasi Kurikulum

Unand Sukses Gelar AICCON 2026: Konferensi Internasional Komunikasi Bahas Isu Global dan Standarisasi Kurikulum

Suara Pecari, Padang, 22 Juli 2026 – Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) sukses menggelar Aspikom International Communication Conference (AICCON) 2026 di Hotel ZHM Premier Padang. Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ajang pertemuan akademisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ilmu komunikasi di era global sekaligus menjawab tantangan kurikulum pendidikan tinggi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden Aspikom, Prof. Anang Sujoko, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta sejumlah pejabat dan perwakilan perguruan tinggi.

Latar Belakang dan Signifikansi Konferensi

AICCON 2026 merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom). Tahun ini, Unand dipilih sebagai tuan rumah, menandai pengakuan atas peran aktif universitas tersebut dalam pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia. Konferensi ini tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah, tetapi juga wadah untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan komunikasi ke depan. Dengan tema ‘Komunikasi, Keberlanjutan, dan Pemberdayaan Masyarakat’, AICCON 2026 menyoroti pentingnya peran komunikasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Pembicara Utama dan Topik yang Dibahas

Konferensi ini menghadirkan empat pembicara utama dari Australia, Malaysia, Indonesia, dan Kanada. Masing-masing menyampaikan perspektif unik mengenai isu-isu komunikasi kontemporer. Berikut adalah daftar pembicara dan topik yang dibahas:

Nama PembicaraAsal NegaraTopik
Prof. Dr. Andrew JakubowiczAustraliaDominasi Narasi Pembangunan di Media Global
Dr. Siti ZubaidahMalaysiaPentingnya Literasi Digital dan Berpikir Kritis di Era Disrupsi
Prof. Dr. Anang SujokoIndonesiaModel Pentahelix Political Communication untuk Pembangunan Partisipatif
Prof. Dr. Linda SmithKanadaKeberlanjutan Komunitas melalui Kolaborasi Multi-Pihak

Setiap sesi keynote diikuti dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Gagasan-gagasan yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya perspektif akademisi dan praktisi dalam menghadapi tantangan komunikasi di tingkat global.

Peluncuran Buku Panduan Kurikulum dan Standarisasi Laboratorium

Salah satu momen penting dalam AICCON 2026 adalah peluncuran Buku Panduan Kurikulum dan Standarisasi Laboratorium Aspikom. Buku ini disusun sebagai respons atas kebutuhan perguruan tinggi terhadap kurikulum ilmu komunikasi yang lebih mutakhir dan terstandar, sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Prof. Anang Sujoko menyatakan bahwa buku panduan tersebut merupakan wujud komitmen Aspikom untuk terus mengembangkan kurikulum ilmu komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman. “Buku ini dapat diakses secara gratis melalui QR Code yang telah disediakan,” ujarnya dalam sambutan. Panduan ini mencakup standar kompetensi, struktur mata kuliah, dan panduan laboratorium yang dapat menjadi acuan bagi program studi ilmu komunikasi di seluruh Indonesia.

Model Pentahelix Political Communication

Salah satu konsep yang mendapat perhatian khusus adalah Model Pentahelix Political Communication yang diperkenalkan oleh Prof. Anang Sujoko. Model ini melibatkan lima aktor utama: pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan akademisi. Menurutnya, komunikasi pembangunan di Indonesia perlu dibangun secara lebih partisipatif agar mampu menampung berbagai aspirasi masyarakat. “Dengan model Pentahelix, kebijakan yang dirumuskan akan lebih sesuai dengan karakter sosial dan budaya daerah,” jelasnya. Konsep ini dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia yang memiliki keragaman kultural dan geografis yang tinggi.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan AICCON 2026. Ia berharap konferensi ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkenalkan Kota Padang sebagai destinasi wisata dan kota gastronomi. “Kami bangga Unand menjadi tuan rumah. Ini adalah kesempatan untuk mempromosikan Padang ke dunia internasional,” ujarnya. Dukungan ini menunjukkan sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi lokal.

Dampak dan Implikasi

AICCON 2026 memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai pihak:

  • Bagi Akademisi: Konferensi ini menjadi ajang publikasi ilmiah dan pertukaran gagasan yang dapat memperkuat penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang komunikasi.
  • Bagi Mahasiswa: Kehadiran pembicara internasional membuka wawasan dan peluang kolaborasi riset lintas negara.
  • Bagi Pemerintah: Model Pentahelix yang diperkenalkan dapat diadopsi dalam perumusan kebijakan yang lebih partisipatif.
  • Bagi Industri Komunikasi: Standarisasi kurikulum membantu menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri.
  • Bagi Masyarakat: Peningkatan literasi digital dan komunikasi pembangunan yang partisipatif akan memperkuat demokrasi dan pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian AICCON 2026 ditutup dengan sesi paralel yang menampilkan presentasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dari para peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses publikasi ilmiah sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dalam mendorong pengembangan ilmu komunikasi yang berdampak bagi masyarakat. Dengan suksesnya penyelenggaraan ini, Unand dan Aspikom menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan ilmu komunikasi di Indonesia dan menjawab tantangan global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *