AS Sanksi Bank Turki Diduga Kerja Sama dengan Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

AS Sanksi Bank Turki Diduga Kerja Sama dengan Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Suara Pecari – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi kepada Golden Global Yatirim Bankasi, sebuah bank asal Turki yang diduga membantu transaksi keuangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan memberikan akses internasional kepada Pemerintah Iran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS menekan jaringan keuangan ilegal Iran dan memperkuat isolasi ekonomi terhadap Teheran.

Kementerian Keuangan AS pada Jumat (4/9/2026) menyatakan bahwa Golden Global Bank yang didirikan pada 2019, dianggap memfasilitasi transfer pendapatan minyak Iran dari China ke Turki menggunakan emas dan uang tunai, mendukung sistem perbankan bayangan Iran. Sanksi ini mencabut akses bank tersebut ke sistem perbankan AS, sehingga menyulitkan aktivitas keuangan internasional yang melibatkan institusi tersebut.

Bank Turki ini membantah tuduhan kerja sama dengan Iran dan berencana menempuh jalur hukum untuk melawan sanksi tersebut. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari “Operation Economic Outcast,” kampanye yang menargetkan ekonomi Iran dan sekutunya dengan menutup akses ke sumber pendapatan penting, termasuk sektor minyak dan perbankan.

Ketegangan di Timur Tengah dan Rencana Aliansi Baru AS

Di tengah sanksi yang terus meningkat, ketegangan antara AS dan Iran belum mereda. Setelah insiden serangan terakhir pada 2 September 2026, kedua negara berhenti bertempur secara langsung, namun ancaman serangan lebih besar masih membayangi. Dalam konteks ini, Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah merancang pembentukan aliansi baru di Timur Tengah untuk menekan Iran secara strategis setelah perang benar-benar usai.

Rencana aliansi yang masih dalam tahap penyusunan ini bertujuan menguatkan dukungan negara-negara Timur Tengah kepada AS dan mendorong normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Trump percaya bahwa bila berhasil, Iran akan semakin kehilangan pengaruh di kawasan. Namun, belum jelas apakah seluruh sekutu AS di Timur Tengah akan mendukung inisiatif ini, meskipun Trump optimistis dukungan dari pemerintahan Israel yang baru akan diperoleh setelah pemilihan perdana menteri pada Oktober mendatang.

Strategi Iran Menghadapi Sanksi

Dalam menghadapi tekanan ekonomi yang berat akibat sanksi AS, Iran diketahui mengandalkan jaringan bayangan dan teknologi baru, termasuk penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin untuk melakukan transfer dana dan perdagangan minyak di luar sistem perbankan tradisional yang dikendalikan dolar AS. Tokoh penting dalam jaringan ini adalah Babak Zanjani, seorang miliarder yang telah lama membantu Iran menghindari sanksi internasional.

Ekonomi Iran saat ini tengah mengalami krisis serius. Inflasi pangan melonjak tajam, nilai tukar rial terhadap dolar mencapai rekor terendah, dan kebutuhan pokok menjadi sulit dijangkau oleh masyarakat. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi kekacauan sosial di dalam negeri.

Upaya AS dalam Memperketat Tekanan Ekonomi

Selain menjatuhkan sanksi kepada bank Turki, Departemen Keuangan AS berencana memberikan sanksi tambahan kepada lembaga keuangan lain yang diduga mendukung Iran. Dalam pernyataannya, Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS akan terus menindak lembaga yang melanggar ketentuan sanksi demi memperkuat isolasi ekonomi terhadap Iran.

Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye luas untuk memblokir sumber pendapatan Iran, termasuk minyak, perbankan, pelayaran, dan sektor teknologi. Iran sendiri telah mengajukan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara dunia atas tekanan ekonomi yang dianggap sebagai bentuk terorisme ekonomi.

Sanksi baru AS terhadap Golden Global Bank dan rencana aliansi strategis di Timur Tengah menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran masih berlanjut dalam berbagai dimensi, baik militer maupun ekonomi, dengan dampak yang luas bagi stabilitas kawasan dan perekonomian global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *