Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Membuat 21 Orangutan Terkena ISPA dan Dalam Perawatan Intensif
Suara Pecari, Kalimantan – Sebanyak 21 orangutan di Kalimantan Tengah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap tebal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hewan langka ini saat ini menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Nyaru Menteng.
Meski lokasi pusat rehabilitasi masih aman dari api secara langsung, asap dari kebakaran yang melanda kawasan Kalimantan tetap menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan orangutan. BOSF telah menyiagakan enam dokter hewan untuk memberikan perawatan, termasuk pemberian nebulizer dan vitamin guna menjaga kondisi para satwa tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memastikan pemulihan orangutan sebelum dilepasliarkan kembali.
Evakuasi dan Perawatan Orangutan di Berbagai Lokasi
Selain Kalimantan Tengah, kebakaran hutan juga mengancam habitat orangutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Di Ketapang, Kalimantan Barat, sembilan orangutan telah dievakuasi dalam waktu kurang dari satu bulan. Salah satunya adalah induk bersama anaknya yang ditemukan di kawasan perkebunan dekat hutan yang mulai terbakar. Meski tidak ditemukan luka bakar, keduanya menunjukkan gejala terkait paparan asap dan kini dipantau ketat di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI.
Di Kalimantan Timur, kebakaran mengancam dua pusat rehabilitasi yang dikelola Centre for Orangutan Protection (COP) di Kabupaten Berau. Sebanyak 18 orangutan yang berada di dua lokasi tersebut dalam kondisi siaga karena titik api yang semakin mendekat. Tim medis dan mitigasi bencana telah disiapkan untuk evakuasi darurat jika diperlukan. Kondisi akses yang sulit di salah satu lokasi menambah tantangan dalam penanganan kebakaran.
Dampak Kebakaran Hutan terhadap Orangutan
Kebakaran hutan tidak hanya merusak habitat dan sumber makanan orangutan, tetapi juga memaksa mereka keluar dari wilayah asal untuk mencari tempat yang aman. Hal ini meningkatkan risiko konflik dengan manusia dan berbagai ancaman lain. Paparan asap dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius pada orangutan, sehingga penanganan cepat dan perawatan intensif menjadi sangat penting.
Upaya penyelamatan dan rehabilitasi yang dilakukan oleh BOSF, YIARI, dan COP bersama BKSDA merupakan langkah krusial dalam menjaga kelangsungan hidup orangutan di tengah tantangan karhutla yang semakin sering terjadi. Koordinasi lintas organisasi dan kesiapsiagaan tim medis menjadi kunci dalam menghadapi kondisi darurat ini.
Dengan adanya perawatan intensif dan pemantauan berkelanjutan, diharapkan orangutan yang terdampak dapat pulih dan kembali dilepasliarkan ke habitat aslinya ketika kondisi memungkinkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









