Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Pencarian Ryan Alghifary
Suara Pecari, Padang – Delapan bulan telah berlalu sejak Ryan Alghifary, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, dilaporkan hilang pada 17 November 2025. Hingga kini, keberadaan pemuda berusia 20 tahun itu masih menjadi misteri, meskipun berbagai upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga, pihak kampus, dan aparat kepolisian.
Kronologi Kehilangan yang Misterius
Ryan diketahui meninggalkan rumah kontrakannya di kawasan Padang pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB, tanpa membawa barang-barang penting seperti telepon genggam, laptop, dompet, kartu identitas, kartu ATM, maupun kartu mahasiswa. Kepergiannya baru disadari oleh sang ibu, Siti Rahmawati, menjelang waktu subuh ketika ia hendak mempersiapkan adik-adik Ryan berangkat ke sekolah. Tidak ada pesan atau tanda-tanda sebelumnya yang menunjukkan rencana kepergian Ryan.
Keluarga segera melakukan pencarian ke berbagai lokasi yang biasa dikunjungi Ryan, termasuk mendatangi rumah teman-temannya dan kos-kosan di sekitar kampus. Namun, tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaannya. Akhirnya, pada hari yang sama, keluarga melaporkan kejadian ini ke Polresta Padang dengan nomor laporan LP/B/555/XI/2025/SPKT Polresta Padang.
Langkah Pencarian yang Telah Dilakukan
Selama delapan bulan, berbagai metode pencarian telah ditempuh. Berikut adalah rangkuman upaya yang telah dilakukan:
| No | Upaya Pencarian | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Penyelidikan oleh Polresta Padang | Melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kehilangan. |
| 2 | Pemeriksaan perangkat elektronik | Tim forensik digital memeriksa laptop dan perangkat lain milik Ryan, namun tidak ditemukan petunjuk signifikan. |
| 3 | Pencocokan DNA | Sampel DNA keluarga telah dicocokkan dengan jenazah korban bencana galodo (banjir bandang lahar dingin) di Sumatera Barat, namun hasilnya negatif. |
| 4 | Penyebaran informasi melalui media sosial | Keluarga dan kampus aktif menyebarkan poster dan informasi melalui akun resmi Unand dan grup komunitas. |
| 5 | Pemeriksaan rekening bank | Tidak ada transaksi mencurigakan sejak Ryan menghilang. |
Dukungan Penuh dari Universitas Andalas
Sekretaris Unand, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa pihak kampus sejak awal terus mendampingi keluarga dan berkoordinasi dengan aparat keamanan. “Universitas Andalas akan terus memberikan dukungan serta bekerja sama dengan kepolisian. Kami juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai Ryan agar segera menyampaikannya kepada keluarga, kepolisian, atau Universitas Andalas,” ucapnya dalam konferensi pers pada Senin, 13 Juli 2026.
Aidinil menambahkan bahwa seluruh sivitas akademika terus memanjatkan doa agar Ryan segera ditemukan dalam keadaan sehat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya. Ia juga memastikan Unand tetap memberikan perhatian terhadap hak akademik Ryan dengan menyiapkan kebijakan khusus terkait masa studinya, mengingat kondisi yang dialami merupakan keadaan luar biasa (force majeure).
Profil Ryan Alghifary: Pendiam dan Berprestasi
Ryan dikenal sebagai mahasiswa yang pendiam, rajin, dan memiliki prestasi akademik yang baik. Ia tercatat sebagai mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5 dan aktif dalam beberapa organisasi kampus, meskipun tidak terlalu menonjol. Teman-temannya menggambarkan Ryan sebagai sosok yang jarang bercerita tentang masalah pribadi, namun selalu membantu ketika dimintai tolong. “Dia orangnya baik, tapi tertutup. Kami tidak menyangka dia bisa hilang seperti ini,” ujar Rizky, salah satu teman sekelas Ryan.
Dampak dan Implikasi
Kehilangan Ryan tidak hanya berdampak pada keluarga, tetapi juga pada lingkungan kampus dan masyarakat luas. Peristiwa ini menyoroti pentingnya sistem keamanan dan respons cepat terhadap kasus orang hilang. Beberapa pihak mendorong agar kampus dan kepolisian memiliki prosedur standar yang lebih ketat dalam menangani kasus serupa, termasuk pemasangan CCTV di area kos dan kampus, serta pembentukan tim khusus pencarian orang hilang.
Selain itu, kasus ini juga memicu diskusi tentang kesehatan mental mahasiswa. Meskipun tidak ada indikasi Ryan mengalami gangguan mental, beberapa ahli menyarankan agar kampus lebih proaktif dalam menyediakan layanan konseling dan deteksi dini masalah psikologis. “Jangan sampai ada stigma bahwa mencari bantuan psikologis itu lemah. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa untuk curhat,” kata dr. Anita, psikolog klinis di Padang.
Harapan dan Ajakan
Hingga berita ini diturunkan, Ryan Alghifary masih belum ditemukan. Namun, semangat keluarga dan dukungan dari berbagai pihak tidak pernah padam. Siti Rahmawati, ibu Ryan, masih menyisakan secercah harapan. “Saya yakin Ryan masih hidup. Mungkin dia sedang bingung atau takut. Kami hanya ingin dia pulang,” katanya dengan suara bergetar.
Universitas Andalas kembali mengajak masyarakat untuk berperan aktif apabila mengetahui informasi mengenai keberadaan Ryan Alghifary. Setiap informasi, sekecil apa pun, dapat menjadi petunjuk baru yang berharga. Kampus berharap Ryan dapat segera ditemukan dan melanjutkan pendidikannya, serta kembali ke pelukan keluarganya yang sangat merindukannya. Dalam doa dan upaya bersama, kita semua berharap misteri ini segera terungkap.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










