Gempa M7,1 di Kumamoto Picu Ledakan Mall, 18 Tewas

Gempa M7,1 di Kumamoto Picu Ledakan Mall, 18 Tewas

Suara Pecari – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) memicu ledakan di Aeon Mall Kumamoto yang menewaskan sedikitnya 18 orang. Ledakan terjadi sekitar satu jam setelah gempa saat proses evakuasi sudah dilakukan. Sebanyak 62 orang lainnya dilaporkan luka-luka, enam di antaranya luka serius.

Ledakan di pusat perbelanjaan tersebut diduga disebabkan oleh akumulasi gas mudah terbakar, seperti propana, yang bocor akibat guncangan gempa. Toshio Mogi, profesor dari Universitas Tokyo, menyatakan bahwa tekanan gas yang terperangkap di dalam ruangan tertutup bisa meledak dan merobohkan dinding. Gedung Aeon Mall yang memiliki sedikit jendela memperparah dampak ledakan karena gas tidak bisa keluar. Namun, ia juga menyebutkan bahwa ruang atrium yang luas membuat penumpukan gas dalam volume besar menjadi tidak mungkin, sehingga kemungkinan kebocoran terjadi di ruang belakang yang lebih sempit.

Korban dan Upaya Penyelamatan

Tim penyelamat masih terus mencari korban yang tertimbun di reruntuhan. Delapan orang berhasil ditarik dari puing-puing Aeon Mall, namun empat di antaranya ditemukan tewas. Tiga pekerja pusat perbelanjaan masih belum ditemukan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban. “Ini adalah perlombaan melawan waktu,” ujarnya.

Kerusakan Kastil Kumamoto

Gempa juga kembali merusak Kastil Kumamoto, salah satu ikon bersejarah Jepang. Gempa tahun 2016 telah merusak parah bangunan tersebut, dan proses restorasi hingga kini belum rampung. Guncangan terbaru menyebabkan sebagian dinding batu penyangga runtuh, menambah kerusakan pada kompleks yang masih dalam pemugaran.

Dukungan Internasional

Pemerintah Taiwan melalui Menteri Transportasi dan Komunikasi Chen Shih-kai menyumbangkan gaji sebulan, sementara perwakilan Taiwan di Jepang Lee Yi-yang menyumbang ¥2,5 juta. Perusahaan Taiwan High Speed Rail (THSR) juga memberikan ¥20 juta untuk mendukung rekonstruksi. Ini mencerminkan solidaritas erat antara Taiwan dan Jepang dalam menghadapi bencana alam.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *