Israel Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Anak 5 Tahun di Gaza
Suara Pecari – Militer Israel akhirnya mengakui bahwa tentaranya menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia 5 tahun, di Kota Gaza pada tahun 2024. Insiden tragis ini menyebabkan kematian Hind beserta enam anggota keluarganya dan memicu kecaman internasional luas.
Kejadian bermula ketika keluarga Hind berupaya meninggalkan Gaza mengikuti perintah militer Israel untuk evakuasi. Dalam perjalanan, mobil yang dikemudikan oleh paman Hind tersebut dihujani lebih dari 300 peluru. Hind dan sepupunya, Layan Hamada, sempat selamat dari tembakan awal dan melakukan panggilan darurat kepada Bulan Sabit Merah Palestina selama berjam-jam untuk meminta pertolongan.
Namun, saat ambulans Bulan Sabit Merah tiba untuk mengevakuasi korban, kendaraan tersebut juga menjadi sasaran tembakan yang menewaskan dua petugas medis di dalamnya. Jenazah Hind dan anggota keluarganya ditemukan di dalam mobil yang penuh lubang peluru sekitar dua belas hari setelah peristiwa itu.
Penyelidikan dan Pengakuan Militer Israel
Selama hampir dua tahun, militer Israel sempat menyangkal keterlibatan tentaranya di lokasi kejadian. Namun, setelah adanya bukti visual dan audio yang diverifikasi, mereka akhirnya mengakui tanggung jawab atas insiden tersebut dan memulai penyelidikan kriminal resmi. Militer menyatakan bahwa tembakan dilakukan terhadap kendaraan yang bergerak berlawanan dengan pemberitahuan evakuasi yang telah disampaikan kepada warga.
Dalam pernyataan resmi, militer Israel mengungkapkan bahwa penyelidikan dipicu oleh dugaan kegagalan koordinasi dalam pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina. Proses investigasi dilakukan oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer untuk mengungkap detail insiden dan menentukan akuntabilitas.
Reaksi Keluarga dan Komunitas Internasional
Keluarga Hind Rajab menolak keabsahan penyelidikan yang dilakukan oleh militer Israel dan mendesak dilakukannya penyelidikan internasional independen. Nenek Hind menyatakan bahwa mereka tidak mempercayai sistem peradilan Israel dan menuntut keadilan tidak hanya untuk Hind, tetapi juga untuk semua anak yang menjadi korban konflik di Gaza.
Kasus ini turut menyoroti kematian 15 petugas medis dan pekerja kemanusiaan lain dalam insiden terpisah di Rafah pada Maret 2025, yang juga tengah diselidiki oleh militer Israel. Namun, sejumlah kelompok kemanusiaan dan organisasi internasional meragukan transparansi dan keadilan dari penyelidikan internal militer.
Konteks Konflik dan Dampak
Insiden penembakan mobil Hind Rajab terjadi di tengah ketegangan dan operasi militer yang berkelanjutan di Jalur Gaza, yang menimbulkan korban sipil termasuk anak-anak dan petugas medis. Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Palestina dan memperkuat tekanan internasional untuk perlindungan hak asasi manusia serta penyelesaian konflik secara damai.
Pengakuan militer Israel dan penyelidikan kriminal yang sedang berjalan menjadi langkah penting dalam transparansi, meskipun masih menyisakan banyak keraguan dan tuntutan keadilan dari berbagai pihak. Kasus ini mencerminkan kompleksitas dan dampak besar konflik bersenjata terhadap kehidupan masyarakat sipil, terutama anak-anak.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan tenaga medis dalam zona konflik sesuai dengan hukum humaniter internasional, serta perlunya mekanisme penyelidikan yang independen dan adil untuk menghindari impunitas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










