IHSG Menguat 1,47% dengan Net Buy Rp 648 Miliar, Saham AMMN, BBRI, dan BUMI Diborong Asing

IHSG Menguat 1,47% dengan Net Buy Rp 648 Miliar, Saham AMMN, BBRI, dan BUMI Diborong Asing

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,47% pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, dengan total net foreign buy mencapai Rp 648,22 miliar. Lonjakan ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap pasar saham Indonesia di tengah dinamika global dan domestik yang terus berkembang.

IHSG ditutup pada posisi 6.487 pada sesi pertama perdagangan hari tersebut, dengan 417 saham menguat, 187 saham terkoreksi, dan 185 saham stagnan. Data dari Stockbit Sekuritas mencatat nilai transaksi asing sebesar Rp 2,52 triliun, sedangkan penjualan asing mencapai Rp 1,88 triliun.

Saham yang Banyak Diborong Asing

Beberapa saham menjadi favorit investor asing dengan nilai transaksi pembelian yang signifikan, antara lain:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 333,40 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 186,23 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 114,91 miliar
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 105,51 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 66,84 miliar

Performa Pasar dan Sektor

Volume perdagangan saham mencapai 22,46 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,29 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG pada siang hari mencapai Rp 11.428 triliun. Dari sebelas sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sepuluh sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor bahan baku menjadi yang paling berkontribusi positif, melonjak sebesar 3,58%.

Contohnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 3,63% ke level Rp 3.140, mendukung kenaikan sektor bahan baku secara keseluruhan. Kondisi ini mencerminkan optimisme pasar terhadap permintaan komoditas dan prospek bisnis sektor tersebut.

Sentimen Pasar Asia

Pasar saham Asia menunjukkan tren positif pada hari yang sama. Indeks Nikkei di Jepang naik 1,34%, Shanghai Composite di China bertumbuh 0,20%, dan Hang Seng di Hong Kong meningkat 1,33%. Sementara itu, indeks Straits Times di Singapura mengalami koreksi tipis sebesar 0,35%.

Kenaikan IHSG dan aksi beli asing ini mengindikasikan bahwa investor global masih melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun terdapat tantangan eksternal dan volatilitas pasar global.

Pergerakan positif IHSG menjadi indikasi kepercayaan pasar yang dapat mendorong arus investasi dan mendukung stabilitas pasar modal domestik ke depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *