Bupati Banyuwangi: 8 Program Prioritas Presiden 2027 Selaras dengan Pembangunan Daerah
Suara Pecari, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa delapan program prioritas pembangunan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2027 sangat selaras dengan agenda pembangunan yang telah dijalankan di Banyuwangi. Keselarasan ini dinilai akan mempercepat manfaat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Delapan Program Prioritas Presiden 2027
<pDalam pidato kenegaraan RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 di Gedung MPR RI, delapan program prioritas tersebut meliputi:
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur
- Perumahan dan ketahanan terhadap bencana
- Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa serta penurunan kemiskinan
Implementasi Program di Banyuwangi
Kedaulatan Pangan
Banyuwangi telah menerapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung kedaulatan pangan, termasuk regulasi ketat yang melarang alih fungsi lahan sawah produktif menjadi bangunan permanen. Upaya ini bertujuan menjaga produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional. Pada 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras sebesar 383.258,03 ton, sementara pada semester pertama tahun 2026 surplus beras tercatat 174.005 ton, menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.
Pendidikan
Di bidang pendidikan, Banyuwangi fokus pada pengentasan anak putus sekolah, memperluas akses ke perguruan tinggi, dan memperkuat inklusivitas. Berbagai program unggulan dijalankan, seperti:
- Beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk kuliah gratis bagi warga kurang mampu
- Beasiswa Progresif (B-Pro) yang mendukung pendidikan hingga dokter spesialis
- Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh)
- Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan)
- Program inklusi Agage Pinter bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang menggerakkan kepedulian antarsiswa
Banyuwangi juga mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
Kesehatan
Program kesehatan di Banyuwangi berfokus pada penurunan stunting, layanan kesehatan berbasis desa, dan penguatan fasilitas kesehatan di daerah pelosok. Perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dan mudah dijangkau. Dokter spesialis dijadwalkan secara berkala di Puskesmas guna meningkatkan layanan kesehatan sesuai harapan Presiden Prabowo yang menjadikan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan rakyat.
Pengentasan Kemiskinan
Banyuwangi berhasil menurunkan angka kemiskinan ke titik terendah sepanjang sejarah daerah tersebut, yakni 6,13 persen pada 2025. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai stakeholder dan upaya terintegrasi di tingkat daerah.
Keselarasan Program Nasional dan Daerah
Bupati Ipuk Fiestiandani menyaksikan langsung pidato Presiden di Gedung DPRD Banyuwangi bersama Wakil Bupati Mujiono, Ketua DPRD I Made Cahyana, dan sejumlah pejabat daerah serta Forpimda. Ia menegaskan bahwa keselarasan antara kebijakan nasional dan program pembangunan daerah akan memperkuat dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
Dengan sinkronisasi program ini, diharapkan berbagai inisiatif yang telah berjalan di Banyuwangi dapat semakin optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2027.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










