Ledakan Guncang Sanaa, Houthi Klaim Arab Saudi Kembali Lancarkan Serangan Udara

Ledakan Guncang Sanaa, Houthi Klaim Arab Saudi Kembali Lancarkan Serangan Udara

Suara Pecari, Sanaa – Serangkaian ledakan keras mengguncang ibu kota Yaman, Sanaa, yang saat ini dikuasai kelompok Houthi, pada Sabtu malam, 30 September 2026. Ledakan tersebut terjadi seiring dengan laporan serangan udara baru yang dilancarkan oleh Arab Saudi terhadap sejumlah wilayah di Sanaa.

Serangan Udara dan Ledakan di Sanaa

<pMenurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, suara pesawat tempur terdengar sebelum ledakan menggema di berbagai penjuru ibu kota. Ledakan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan kaca jendela bergetar dan bangunan ikut berguncang, membuat tanah seolah bergetar seperti gempa bumi. Anak-anak di rumah warga tersebut pun terbangun dalam ketakutan akibat dentuman ledakan yang dahsyat.

Baca juga:

Warga setempat menduga serangan udara ini menyasar posisi-posisi kelompok Houthi. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang terjadi akibat ledakan tersebut.

Klaim Serangan Balasan oleh Houthi

Sebelumnya pada hari yang sama, kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke fasilitas perusahaan energi Aramco di Riyadh, Arab Saudi. Serangan ini disebut sebagai aksi balasan atas peningkatan serangan udara yang dilakukan Arab Saudi di wilayah Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir terjadi sekitar 60 serangan udara dan serangan rudal yang menghantam wilayah Yaman.

Konteks dan Perkembangan Konflik

Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi meningkat sejak pengumuman embargo maritim oleh Houthi terhadap Arab Saudi pada 20 Juli 2026. Sejak itu, konflik semakin berkembang dengan meningkatnya serangan rudal lintas perbatasan, serangan drone, dan serangan udara.

Baca juga:

Pada September 2026, pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi juga semakin intensif. Kelompok Houthi melaporkan keberhasilannya merebut kota pelabuhan Mocha di Laut Merah pada 10 September, diikuti dengan penguasaan Pulau Mayyun yang memiliki posisi strategis di kawasan tersebut pada 11 September.

Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade, bermula pada akhir 2014 ketika Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman. Intervensi militer oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi dimulai Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Dampak Terhadap Keamanan dan Stabilitas Kawasan

Eskalasi serangan udara terbaru ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di Yaman serta stabilitas kawasan Laut Merah dan jalur pelayaran strategis di sekitarnya. Peningkatan konflik berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di Yaman dan mengancam perdamaian regional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *