Houthi Serang Saudi, Koalisi Cegat Rudal, KBRI Imbau Waspada

Suara Pecari – Kelompok Houthi dari Yaman melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap sejumlah target di Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas minyak. Koalisi pimpinan Saudi berhasil mencegat serangan rudal tersebut, meskipun puing-puing rudal jatuh di beberapa wilayah seperti Makkah, Jeddah, Taif, dan Rabigh. Dalam situasi ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait keamanan.

Serangan dan Pencegatan Rudal di Arab Saudi

Kelompok Houthi mengklaim telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Bandara Najran, serta pangkalan udara di Khamis Mushait. Selain itu, fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Yanbu, kilang minyak di Rabigh, stasiun pemompaan minyak mentah, dan jalur pipa East-West juga menjadi sasaran serangan.

Baca juga:

Sistem pertahanan udara Saudi dan koalisi berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dalam serangan tersebut. Namun, puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di beberapa area permukiman dan wilayah penting, termasuk kota suci Makkah dan Jeddah. Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk menangani dampak dari puing rudal ini.

Kondisi dan Imbauan Keamanan

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang sempat ditutup akibat serangan sebelumnya, telah membuka sebagian operasionalnya kembali mulai Minggu, 25 Oktober 2026. Namun, situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil.

KBRI Riyadh mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi. Hal ini penting mengingat eskalasi konflik yang terus berlanjut dan potensi risiko terhadap keselamatan warga asing di Arab Saudi.

Klarifikasi dan Pernyataan dari Kelompok Houthi

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, membantah bahwa serangan tersebut menargetkan kota suci Makkah dan Madinah, menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan besar. Menurutnya, operasi militer Houthi ditujukan untuk menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi sebagai balasan atas serangan udara Saudi di wilayah Yaman.

Baca juga:

Konteks Konflik dan Dampak

Konflik antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Saudi telah berlangsung lama dengan eskalasi serangan kedua belah pihak. Serangan Houthi menggunakan rudal balistik dan drone menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan sipil dan infrastruktur penting di Arab Saudi.

Pemerintah Saudi terus meningkatkan sistem pertahanan udara dan upaya tanggap darurat untuk meminimalisir dampak serangan. Sementara itu, warga negara asing, termasuk WNI, diminta untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi keamanan secara cermat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *