Bandara Riyadh Kembali Dibuka Usai Diserang, KBRI Imbau WNI Tetap Waspada
Suara Pecari, Riyadh – Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, resmi kembali dibuka pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah sempat ditutup akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi. Pemerintah dan otoritas bandara telah melanjutkan operasi penerbangan dengan penerapan protokol keamanan yang diperketat.
Imbauan KBRI untuk Warga Negara Indonesia
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi. KBRI meminta agar WNI tetap waspada dan mematuhi arahan otoritas setempat demi keamanan bersama.
KBRI juga mengingatkan WNI yang berencana melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara untuk selalu mengkonfirmasi status penerbangan secara langsung kepada maskapai yang bersangkutan sebelum berangkat ke bandara. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal atau pengalihan akses di bandara.
Selain itu, WNI yang sudah memastikan penerbangannya dianjurkan untuk berangkat lebih awal guna menghadapi kemungkinan adanya pengetatan pemeriksaan penumpang dan perubahan akses menuju terminal di bandara. KBRI juga menghimbau warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari bepergian ke sekitar area bandara demi keselamatan.
Kondisi dan Keamanan Bandara
Bandara Internasional King Khalid merupakan salah satu pintu gerbang utama di Arab Saudi. Penutupan sementara akibat serangan Houthi berdampak pada aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat, terutama para WNI yang tinggal atau bekerja di Riyadh dan sekitarnya.
Setelah dilakukan evaluasi dan pengamanan oleh otoritas Arab Saudi, bandara kini telah dibuka kembali dengan peningkatan pengawasan keamanan. Pemerintah setempat juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh otoritas terkait.
Peran WNI dan Pentingnya Kewaspadaan
Dalam situasi seperti ini, KBRI menekankan pentingnya peran aktif WNI untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga. Selain mematuhi arahan otoritas, warga diharapkan untuk secara rutin memantau informasi terbaru dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, KBRI Riyadh, otoritas bandara, dan maskapai penerbangan.
Dengan langkah ini, diharapkan risiko yang mungkin timbul akibat situasi keamanan dapat diminimalisasi dan aktivitas penerbangan dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










