Harga Komoditas CPO dan Timah Menguat, Batu Bara dan Nikel Melemah

Suara Pecari – Harga sejumlah komoditas utama mengalami pergerakan variatif pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Minyak sawit mentah (CPO) dan timah mencatat penguatan harga, sementara batu bara dan nikel mengalami penurunan.

Pergerakan Harga Komoditas

Berdasarkan data Trading Economics per 26 Oktober 2026, harga CPO ditutup di level MYR 4.818 per ton, naik sebesar 0,54 persen. Kenaikan ini didorong oleh penguatan minyak nabati lain dan prospek pasokan yang semakin ketat akibat fenomena El Nino yang parah serta rencana penerapan mandat biodiesel B50 di Indonesia.

Baca juga:

Ekspor CPO juga menunjukkan performa kuat, dengan surveyor kargo melaporkan lonjakan pengiriman antara 58,5 hingga 78,4 persen pada periode 1-20 Oktober dibandingkan September, yang turut menopang harga komoditas ini.

Sementara itu, harga batu bara mengalami pelemahan tipis sebesar 0,30 persen ke level USD 150,70 per ton. Meskipun turun, harga batu bara ini masih berada dekat level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya harga LNG yang dipicu oleh gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah, sehingga mendorong pergeseran ke penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Harga nikel juga terpantau melemah, dengan harga di London Metal Exchange (LME) berada pada USD 15.848 per ton, turun 1,69 persen dari hari sebelumnya.

Berbeda dengan nikel, harga timah justru menguat. Data LME mencatat harga timah berada di posisi USD 50.517 per ton, naik 0,85 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Konteks dan Faktor Pengaruh

Penguatan harga CPO berkaitan erat dengan faktor cuaca El Nino yang menyebabkan ketatnya pasokan minyak sawit mentah, serta kebijakan pemerintah Indonesia dalam memperluas penggunaan biodiesel B50 yang meningkatkan permintaan domestik dan ekspor.

Baca juga:

Di sisi lain, pelemahan batu bara dan nikel terjadi meski ada faktor eksternal yang mendukung harga batu bara, seperti tingginya harga LNG akibat gangguan pasokan. Hal ini menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan regional.

Dampak Pergerakan Harga Komoditas

Kondisi harga ini berpengaruh pada sektor industri dan ekonomi nasional, terutama bagi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas utama dunia. Kenaikan harga CPO dan timah dapat meningkatkan pendapatan ekspor dan devisa negara, sedangkan pelemahan batu bara dan nikel menjadi perhatian bagi sektor tambang dan industri terkait.

Pergerakan harga komoditas ini juga menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi dan produksi ke depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *