IHSG Diproyeksi Hijau di Awal Pekan, Ditopang Buyback dan Perburuan Saham Diskon
Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan di level 5.455-5.597. Penguatan ini didorong oleh aksi buyback saham dari sejumlah emiten besar dan perburuan saham diskon oleh investor lokal.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, indikator teknikal seperti Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal positif, sementara volume perdagangan tercatat meningkat pada sesi sebelumnya. Investor lokal melakukan aksi bargain hunting untuk memanfaatkan harga saham yang dianggap diskon.
Selain itu, ekspektasi terhadap program buyback saham oleh beberapa emiten berkapitalisasi besar turut menjadi faktor utama yang menopang pergerakan IHSG. Buyback saham biasanya dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek bisnisnya.
Tekanan yang Membatasi Kenaikan
Meskipun terdapat potensi penguatan, laju kenaikan IHSG masih diperkirakan terbatas oleh tekanan net sell asing yang cukup deras. Investor asing masih melakukan penjualan bersih sehingga menahan momentum kenaikan indeks.
Selain itu, ketidakpastian terkait rebalancing indeks MSCI yang akan dilakukan juga menjadi faktor yang mempengaruhi sentimen pasar. Perubahan komposisi indeks ini dapat memicu pergerakan harga saham yang signifikan.
Perhatian Pasar Terhadap Kebijakan Pasar Modal
Pelaku pasar juga memantau efektivitas reformasi pasar modal yang sedang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu kebijakan penting yang akan diterapkan mulai 2 November 2026 adalah pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar saham Indonesia, sehingga berdampak positif pada kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi IHSG
Selain faktor domestik, volatilitas harga minyak mentah dunia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp18.080, serta dinamika pasar global juga menjadi perhatian investor. Kebijakan suku bunga The Fed yang masih dinantikan keputusan berikutnya turut menambah ketidakpastian dan persepsi risiko di pasar modal.
Proyeksi Pergerakan IHSG oleh MNC Sekuritas
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada hari Senin ini akan bergerak bervariasi dengan kemungkinan melemah di rentang 5.350-5.827 dan menguat di kisaran 5.561. Jika IHSG mampu menembus resistance di level 5.458, peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target di 5.561. Namun, pelaku pasar juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan koreksi ke area 5.350-5.827.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










