Gencatan Senjata di Kherson Segera Berakhir, Rusia Disebut Tolak Perpanjang
Suara Pecari – Gencatan senjata yang berlaku di wilayah Kherson bagian timur, Ukraina, akan segera berakhir pada Minggu (11/12/2022) waktu setempat setelah Rusia menolak tawaran perpanjangan dari pihak Ukraina. Jeda pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari ini sempat memberikan kesempatan pelaksanaan misi kemanusiaan ke kota Oleshky yang diduduki pasukan Rusia.
Durasi dan Penolakan Perpanjangan Gencatan Senjata
Gencatan senjata yang dimulai pada Selasa pagi dan diinisiasi oleh Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump ini tidak mengalami pelanggaran selama masa berlaku. Namun, menurut pejabat senior Kiev, Rusia menolak tawaran dari kementerian luar negeri Ukraina untuk memperpanjang masa jeda pertempuran tersebut.
Situasi dan Reaksi di Kherson
Warga di Kherson menyambut gencatan senjata ini sebagai kesempatan berharga untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi musim dingin. Seorang tukang kebun lokal, Volodymyr Omeltchenko, mengungkapkan bahwa waktu jeda ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Paus Leo juga mengapresiasi jeda pertempuran ini dan berharap dapat memperkuat keinginan dialog serta memicu inisiatif perdamaian yang lebih konkret. Namun, kekhawatiran tetap muncul dari pihak militer Ukraina yang menilai potensi eskalasi pertempuran setelah gencatan senjata berakhir.
Kekhawatiran Eskalasi Konflik
Seorang perwira militer Ukraina yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa pasukan Rusia selama masa jeda memanfaatkan waktu untuk memperkuat posisi, termasuk menambah jumlah pasukan, memindahkan stok amunisi, dan mengumpulkan intelijen menggunakan drone pengintai di sisi lain Sungai Dnipro.
Gubernur wilayah Kherson, Oleksandr Prokudin, mengimbau warga agar tetap waspada dan siap merespons peringatan serangan setelah masa gencatan senjata berakhir.
Konteks Konflik dan Dampak
Perang yang telah memasuki tahun kelima ini bermula dari invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, yang menghancurkan wilayah timur dan selatan Ukraina, menyebabkan korban jiwa dan jutaan pengungsi. Gencatan senjata di Kherson menjadi jeda langka dalam konflik yang intens ini.
Namun, dengan berakhirnya masa gencatan senjata dan penolakan Rusia untuk memperpanjangnya, ketegangan diperkirakan akan meningkat kembali, membawa risiko eskalasi yang lebih serius di wilayah yang menjadi titik penting dalam konflik ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










