Ancaman AI Terhadap Anak: Perlunya Pemahaman dan Pengawasan

Ancaman AI Terhadap Anak: Perlunya Pemahaman dan Pengawasan

Suara Pecari |

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengingatkan masyarakat tentang potensi ancaman kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap anak apabila digunakan tanpa pendampingan. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri launching Festival Egrang ke-14 di Jember. Nezar menilai bahwa perkembangan teknologi AI membuat anak-anak dapat dengan mudah berinteraksi dengan robot percakapan digital melalui berbagai platform, sehingga dapat memunculkan synthetic relationship atau hubungan sintetis.

Anak-anak bisa merasa lebih percaya kepada robot ini ketimbang orang tuanya dan teman-temannya. Nezar mengatakan bahwa kondisi ini berpotensi berbahaya apabila anak tidak dibekali pemahaman yang cukup mengenai teknologi AI. Ia bahkan menyinggung adanya kasus di luar negeri ketika anak mengikuti instruksi dari robot AI hingga berujung fatal.

Baca juga:

Nezar menekankan bahwa abad ke-21 merupakan era kecerdasan buatan yang tidak bisa dihindari. Namun, penggunaan teknologi tetap harus diimbangi dengan relasi sosial yang sehat di dunia nyata. Ia menilai bahwa permainan tradisional seperti egrang dapat membantu membangun hubungan emosional yang autentik antara anak, keluarga, dan lingkungan sosialnya.

Baca juga:

Permainan fisik membangun authentic relationship, relasi yang nyata antarmanusia. Nezar mengatakan bahwa permainan tradisional tidak sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun nilai dan sistem budaya di tengah masyarakat. Menurutnya, permainan egrang mengajarkan keseimbangan, kerja sama, semangat saling menolong dan tidak saling menjatuhkan.

Baca juga:

Dengan demikian, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk memahami dan mengawasi penggunaan teknologi AI oleh anak-anak, serta mempromosikan permainan tradisional untuk membangun relasi sosial yang sehat.

Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan