Peningkatan Kasus Malaria di Indonesia Menunjukkan Sistem Surveilans yang Lebih Baik

Peningkatan Kasus Malaria di Indonesia Menunjukkan Sistem Surveilans yang Lebih Baik

Suara Pecari |

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa peningkatan kasus malaria di negara ini merupakan tanda bahwa sistem surveilans telah membaik. Menurut Andi Saguni, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, peningkatan kinerja program pengendalian malaria telah meningkatkan kemampuan petugas dalam menemukan kasus malaria yang sebelumnya tidak terdeteksi. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa surveilans yang dilakukan semakin baik, sehingga penemuan kasus malaria juga semakin bagus. Penemuan kasus malaria ini sangat penting agar penderita dapat segera diobati dan rantai penularan dapat diputus. Pemerintah menargetkan sedikitnya 80 persen kasus malaria dapat ditemukan melalui kegiatan surveilans aktif. Untuk mendukung penemuan kasus, pemerintah memastikan ketersediaan alat diagnostik malaria di berbagai fasilitas kesehatan. Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria disiapkan agar deteksi dilakukan secara cepat, termasuk di daerah dengan akses laboratorium terbatas. Papua masih menjadi wilayah dengan penemuan kasus malaria terbesar di Indonesia. Faktor geografis dan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk penular malaria, yakni Anopheles, merupakan penyebab utama tingginya kasus malaria di Papua. Untuk itu, pemerintah harus berusaha meningkatkan kemampuan petugas dalam menemukan kasus malaria di daerah-daerah terpencil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan