Pensiun Sehat ala Perjaka Dapen: Jalan Kaki Jadi Obat, Sementara Bintang Sepak Bola Pilih Pensiun Dini

Pensiun Sehat ala Perjaka Dapen: Jalan Kaki Jadi Obat, Sementara Bintang Sepak Bola Pilih Pensiun Dini

Suara Pecari, Pensiun seringkali diartikan sebagai akhir dari masa produktif, namun bagi sebagian orang, pensiun justru menjadi awal dari gaya hidup baru yang lebih sehat dan bermakna. Komunitas Persaudaraan Pejalan Kaki Dana Pensiun (PERJAKA DAPEN) membuktikan bahwa pensiun bisa dijalani dengan semangat kebersamaan dan aktivitas fisik sederhana. Di sisi lain, dunia olahraga dihebohkan dengan rencana pensiun dini bintang sepak bola Marc Cucurella yang siap meninggalkan timnas Spanyol jika berhasil menjuarai Piala Dunia 2026.

Memperingati 9 tahun eksistensinya, PERJAKA DAPEN menggelar jalan kaki sehat di kawasan Ragunan, Jakarta, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Bertajuk “Pensiun sehat, jalan kaki jadi obat”, sekitar 20 anggota komunitas yang terdiri dari praktisi dan pemerhati industri dana pensiun ini berjalan kaki keliling Ragunan hingga danau besar. Kegiatan ini bertujuan menjaga semangat hidup sehat dan mengkampanyekan pentingnya mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera. “Perjaka Dapen berdiri 17 Juli 2017, kita sudah 9 tahun eksis dan selalu menjaga silaturahmi melalui olahraga jalan kaki sambil jajanan pecel. Begini cara sederhana kami menjaga kesehatan, di samping kampanyekan pentingnya dana pensiun buat pekerja,” ujar Satino, sesepuh Perjaka Dapen.

Jalan kaki dipilih karena merupakan aktivitas fisik paling dasar yang bisa menjaga kesehatan di hari tua. Rutinitas berjalan kaki secara teratur dapat meningkatkan aktivitas tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Selain itu, jalan kaki juga memiliki efek positif pada kesehatan mental, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati. PERJAKA DAPEN mengingatkan bahwa pensiun bukan hanya tentang waktu, melainkan tentang keadaan yang diinginkan di masa depan. Persiapan pensiun sejak dini sangat esensial.

Sementara itu, di panggung sepak bola internasional, pensiun menjadi topik hangat menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Bintang Spanyol Marc Cucurella secara mengejutkan mengumumkan niatnya untuk pensiun dari timnas jika Spanyol berhasil mengalahkan Argentina. Pemain berusia 27 tahun ini merasa bahwa meraih gelar Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia akan menjadi pencapaian sempurna yang melengkapi perjalanannya bersama La Roja. “Jika kami menjuarai Piala Dunia, saya akan menelepon Luis keesokan harinya dan memberitahunya agar tidak mengandalkan saya lagi, bahwa saya akan pensiun dari tim nasional,” katanya dalam wawancara dengan L’Equipe. Cucurella juga berjanji akan membuat tato wajah pelatih Luis de la Fuente sebagai penghormatan.

Di kubu lawan, kiper Argentina Emiliano Martinez juga angkat bicara mengenai kemungkinan pensiun. “Apakah saya akan pensiun jika menang? Pertama-tama, saya harus menang dulu. Saya hanya fokus untuk menang, tidak memikirkan hal lain di luar itu,” ujarnya dalam konferensi pers. Martinez, yang menjadi incaran Juventus, juga mengungkapkan kondisi tangannya yang masih sakit dan membutuhkan operasi, namun ia tetap bertekad tampil di final.

Di tengah hiruk-pikuk sepak bola, masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap hoaks program bantuan dana pensiun yang mencatut nama menteri. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan beberapa video hoaks yang mengatasnamakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan selalu memverifikasi informasi resmi.

Kesimpulannya, pensiun adalah fase kehidupan yang bisa diisi dengan berbagai cara: ada yang memilih hidup sehat bersama komunitas, ada yang memilih pensiun dini setelah meraih puncak karier, namun ada pula yang harus waspada terhadap penipuan. Yang terpenting adalah persiapan yang matang, baik secara finansial maupun mental, agar pensiun menjadi masa yang dinanti-nantikan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *