Profil Shindy Samuel: Pengusaha Skincare yang Bangkit dari Body Shaming dan Operasi Bariatrik

Dian Pranata
Profil Shindy Samuel: Pengusaha Skincare yang Bangkit dari Body Shaming dan Operasi Bariatrik

Suara Pecari – 16 April 2026 | Shindy Samuel, yang lebih dikenal dengan nama Shindy Fioerla, adalah seorang influencer sekaligus pendiri merek perawatan kulit yang berbasis di Jakarta.

Ia berusia 35 tahun, beragama Islam, dan menempuh pendidikan di bidang komunikasi sebelum terjun ke dunia bisnis.

Brand skincare miliknya diluncurkan pada tahun 2020 dengan fokus pada bahan alami dan ramah kulit sensitif.

Sejak peluncuran, produk‑produk tersebut berhasil menembus pasar nasional dan mendapat sambutan positif dari konsumen muda.

Shindy menikah dengan Rendy Samuel, yang juga dikenal sebagai Rendy Satria, seorang pengusaha yang pernah menjadi partner bisnisnya.

Pada puncak berat badan mencapai 138 kilogram, Rendy pernah menyebut Shindy dengan sebutan “badak” yang menimbulkan rasa tersinggung.

Pengalaman tersebut memicu Shindy untuk menjalani operasi bariatrik guna menurunkan berat badan secara signifikan.

Dalam sebuah podcast, ia mengungkapkan keinginan kuat untuk hidup sehat demi anaknya dan diri sendiri.

Obesitas sebelumnya menyebabkan masalah kesehatan seperti asam lambung, kelelahan ekstrem, bahkan keguguran pada kehamilan pertamanya.

Setelah operasi, ia berhasil menurunkan berat badan secara drastis dan kini menjalani pola makan terkontrol serta rutin berolahraga.

Meskipun menghadapi tantangan pribadi, perusahaan skincare tetap mencatat pertumbuhan penjualan yang stabil selama tahun 2025.

Shindy menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam dunia wirausaha, terutama yang menghadapi stigma tubuh.

Keyakinan religinya menjadi sumber kekuatan, ia menyebut doa dan rasa syukur sebagai motivasi utama dalam proses pemulihan.

Peranannya sebagai ibu, pengusaha, dan penyintas obesitas membuatnya menyeimbangkan waktu antara keluarga dan bisnis.

Sementara itu, Rendy belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden body shaming tersebut.

Para pengamat industri mencatat bahwa kisah Shindy mencerminkan tantangan umum yang dihadapi perempuan Indonesia terkait citra tubuh dan ekspektasi sosial.

Hari ini, Shindy terus mengembangkan mereknya, menjaga kesehatan, dan berkomitmen menjadi contoh positif bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan