Boikot Grammy, BTS Lampaui Label Musisi K-Pop Jadi Megabintang Global

Boikot Grammy, BTS Lampaui Label Musisi K-Pop Jadi Megabintang Global

Suara PecariBTS secara resmi mengumumkan tidak akan mengajukan karya mereka ke Grammy Awards 2027, sebuah keputusan yang mengejutkan mengingat sebelumnya Grammy merupakan salah satu tujuan utama grup ini.

Keputusan Boikot Grammy

Pada 29 Juli 2026, ketujuh anggota BTS mengunggah pernyataan bersama di akun Instagram mereka yang menyatakan keputusan untuk tidak mendaftarkan karya musik mereka ke Grammy mendatang. Mereka berharap musik dapat dinikmati tanpa dibatasi oleh wilayah atau bahasa.

Keputusan ini muncul sebulan setelah Recording Academy memperkenalkan lima kategori baru di Grammy ke-69, termasuk kategori “best asian pop music performance” yang secara khusus mengakomodasi musik pop berakar di pasar Asia dan menggunakan bahasa Asia.

Respons terhadap Kategori Baru Grammy

Meskipun BTS tidak menyebut kategori tersebut secara langsung, banyak pihak menilai keputusan mereka sebagai kritik terhadap kebijakan kategori baru tersebut. Lagu BTS yang dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, seperti “SWIM”, tidak memenuhi syarat masuk kategori Asian Pop tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang segregasi musik berdasarkan bahasa dan asal wilayah.

Profesor Lee Gyu-tag dari George Mason University Korea menilai kategori khusus untuk musik Asia menunjukkan pemisahan musisi non-Barat dari panggung utama Grammy, yang dianggap kurang sesuai untuk BTS yang telah menjadi musisi global.

Prestasi dan Posisi BTS di Dunia Musik

BTS telah meraih lima nominasi Grammy antara 2021 hingga 2023, namun belum pernah memenangkan piala tersebut. Meski demikian, BTS tetap menjadi salah satu grup musik terlaris di dunia, dengan album “ARIRANG” yang debut di posisi pertama Billboard 200 dan lagu “SWIM” yang memuncaki Billboard Hot 100.

Mereka juga meraih tiga penghargaan pada American Music Awards ke-52 dan tampil di halftime show final Piala Dunia FIFA 2026, menandakan pengakuan global yang luas.

Reaksi dan Implikasi Boikot

CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menyatakan kesedihan atas keputusan BTS namun menghormati pilihan mereka. Ia menegaskan bahwa pengajuan karya di kategori genre tidak menghalangi artis untuk masuk kategori umum Grammy.

Boikot ini dipandang sebagai langkah berani dari BTS yang menegaskan bahwa musik harus melampaui batas wilayah dan bahasa. Meskipun pengaruhnya terhadap industri K-pop secara keseluruhan masih terbatas, langkah BTS memperlihatkan posisi unik mereka sebagai megabintang global yang mampu menentukan arah kariernya sendiri.

Konteks dan Pandangan Industri

Seorang pejabat hubungan masyarakat internasional di industri hiburan Korea menyatakan bahwa hanya sedikit artis yang memiliki posisi seperti BTS untuk mengabaikan eksposur Grammy. Namun, bagi banyak artis K-pop lain, nominasi di Grammy masih penting untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

Ke depan, agensi dan pelaku industri akan mengamati apakah kategori baru Grammy benar-benar memberikan peluang lebih luas bagi musisi Asia atau justru membatasi mereka dalam ruang tersendiri.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *