Dikaitkan Besan Andika Perkasa, Tiyo Ardianto Buka Suara Soal Asal-usul Fortuner yang Dikendarainya

Dikaitkan Besan Andika Perkasa, Tiyo Ardianto Buka Suara Soal Asal-usul Fortuner yang Dikendarainya

Suara Pecari | Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, akhirnya buka suara terkait isu yang mengaitkannya dengan besan Andika Perkasa. Tudingan bahwa mobil Fortuner yang dikendarainya berasal dari keluarga purnawirawan jenderal langsung dibantah keras. Dalam pernyataan resminya, Tiyo menegaskan bahwa kendaraan tersebut adalah milik saudaranya sendiri, bukan milik adik Letjen Purn Setyo Sularso seperti yang dituduhkan.

Isu ini mencuat setelah Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, dalam konferensi pers pada 16 Juni 2026 menyebut bahwa mobil Fortuner Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen Purn Setyo Sularso yang merupakan besan mantan Panglima TNI Andika Perkasa. Tudingan itu langsung memicu polemik di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.

Menanggapi hal tersebut, Tiyo Ardianto memberikan klarifikasi kepada awak media. Ia menyatakan bahwa mobil Fortuner itu dipinjam dari saudaranya sejak ia merasa tidak aman setelah menerima berbagai teror. “Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman,” ujar Tiyo kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026). Ia juga menambahkan bahwa teror semakin intens setelah aktivis HAM Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Maret 2026.

Dikaitkan besan Andika Perkasa, Tiyo Ardianto buka suara soal asal-usul Fortuner yang dikendarainya dengan tegas membantah adanya kepentingan politik di balik pemakaian mobil tersebut. Ia menekankan bahwa tudingan yang mengaitkannya dengan jaringan politik tertentu adalah tidak berdasar. “Saya tidak punya hubungan politik dengan siapa pun. Mobil ini murni pinjaman keluarga,” tegasnya.

Sebelumnya, Tiyo juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh ormas Garda Prabowo atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut terkait pernyataan Tiyo yang dianggap membandingkan Presiden dengan hewan. Namun, Tiyo membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pernyataannya telah dipelintir. Kasus ini menambah panjang deretan kontroversi yang melibatkan aktivis mahasiswa tersebut.

Sementara itu, politikus PDIP Ganjar Pranowo angkat bicara mengenai tudingan bahwa Tiyo dekat dengan partainya. Ganjar menilai bahwa pelabelan terhadap aktivis kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu justru mengaburkan substansi persoalan. “Kalau ada kritik, jawab dengan data. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara,” kata Ganjar.

Dikaitkan besan Andika Perkasa, Tiyo Ardianto buka suara soal asal-usul Fortuner yang dikendarainya juga mendapat tanggapan dari politisi PDIP Guntur Romli. Guntur menegaskan bahwa mobil Fortuner tersebut bukan milik adik Setyo Sularso, melainkan milik saudara Tiyo sendiri. Ia meminta agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Panglima TNI Andika Perkasa dan purnawirawan jenderal Setyo Sularso. Nama Setyo Sularso sendiri dikenal sebagai besan Andika Perkasa, sehingga tudingan keterlibatan Tiyo dengan jaringan politik PDIP semakin kuat. Namun, Tiyo terus membantah dan menganggap tudingan tersebut sebagai upaya kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, Tiyo Ardianto masih menjalani proses hukum terkait laporan penghinaan presiden. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan tidak menjadi alat untuk membungkam kritik. Sementara itu, publik menanti perkembangan lebih lanjut mengenai asal-usul mobil Fortuner yang menjadi pusat kontroversi.

Dikaitkan besan Andika Perkasa, Tiyo Ardianto buka suara soal asal-usul Fortuner yang dikendarainya menjadi bukti bahwa isu kepemilikan kendaraan dapat memicu spekulasi politik yang luas. Ke depan, diharapkan semua pihak dapat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan fitnah dan kegaduhan yang tidak perlu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan