Pria di Rejang Lebong Bengkulu Tewas di Tangan Anak Kandung, Diduga Karena Tersinggung
Suara Pecari, Rejang Lebong – Seorang pria berusia 73 tahun bernama Arifin ditemukan tewas di dapur rumahnya di Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Korban diduga tewas akibat pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Sahrun alias Harun (38), pada Senin pagi, 3 Agustus 2026.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang saksi mata, Sopri, mendengar suara korban berteriak minta tolong dari dalam rumah namun tidak berani mendekat dan segera memberitahukan warga sekitar. Istri korban, Robiyah, bersama warga lainnya datang ke lokasi dan menemukan Arifin dalam kondisi terluka parah di lantai dapur.
Fakta Utama Kejadian
- Korban mengalami luka tusuk di kepala serta di leher bagian kanan dan kiri.
- Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kota Padang menggunakan kendaraan warga, namun meninggal dunia dalam perjalanan.
- Pelaku diduga adalah anak kandung korban sendiri, Sahrun alias Harun, berusia 38 tahun.
- Penyidik kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.
- Motif awal diduga karena pelaku merasa tersinggung terhadap korban.
Kronologi Singkat
Peristiwa bermula saat teriakan korban terdengar dari dalam rumah. Warga yang mendengar segera menuju tempat kejadian, namun korban telah tergeletak bersimbah darah. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Kapolsek Kota Padang, Iptu Medy Azwar, menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Konteks dan Pentingnya Kasus
Kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anak kandung sendiri ini menjadi perhatian serius masyarakat Rejang Lebong. Kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan sekaligus keingintahuan terkait faktor yang memicu tindakan kekerasan dalam keluarga. Kepolisian terus berupaya mengungkap fakta-fakta yang melatarbelakangi peristiwa ini guna memastikan keadilan bagi korban dan penegakan hukum bagi pelaku.
Informasi yang diperoleh dari penyelidikan menyebutkan bahwa pelaku merasa tersinggung oleh korban, namun detail motif masih didalami oleh penyidik. Saat ini, aparat kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus ini.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika dalam rumah tangga dan perlunya penanganan dini jika terjadi konflik agar tragedi serupa tidak terulang.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang akurat bila mengetahui hal-hal terkait kasus ini demi kelancaran proses penyidikan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










