Kasus Ibu dan Anak Tewas di Landak Kalbar, Polisi Dalami Hilangnya Rp 135 Juta dan Emas

Kasus Ibu dan Anak Tewas di Landak Kalbar, Polisi Dalami Hilangnya Rp 135 Juta dan Emas

Suara Pecari, Landak, Kalimantan Barat – Polisi membentuk tiga tim untuk menyisir sejumlah wilayah dalam penyelidikan kasus ibu dan anak yang ditemukan tewas di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. Korban, Asniwati (39) dan anaknya Dina (4), ditemukan dalam kondisi terikat di kawasan hutan pada Jumat malam, 7 Agustus 2026.

Kasus ini menarik perhatian karena selain kematian tragis kedua korban, sejumlah barang berharga berupa uang tunai Rp 135 juta dan emas 30 gram dilaporkan raib dari tempat kejadian. Polisi menduga kasus ini merupakan perampokan yang berujung pembunuhan.

Fakta Utama Kasus

  • Korban adalah Asniwati dan anaknya Dina yang berasal dari Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar.
  • Keduanya ditemukan terikat dengan potongan karet ban di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, wilayah dekat tempat tinggal mereka.
  • Uang Rp 135 juta dan emas 30 gram yang sebelumnya ada di pondok korban hilang.
  • Suami korban, Hermanto, melaporkan hilangnya istri dan anaknya setelah tidak ditemukan di pondok sejak Jumat siang.
  • Pencarian melibatkan warga dua desa dan dipimpin oleh kepala dusun dan kepala desa setempat.
  • Polisi membentuk tiga tim untuk menyisir wilayah luas guna menemukan petunjuk lebih lanjut.

Penanganan dan Penyidikan Polisi

Kapolres Landak melalui Kasat Reskrim, AKP Kuswiyanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif. Polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun motif pasti di balik pembunuhan tersebut. Namun dugaan sementara mengarah pada perampokan karena hilangnya sejumlah uang dan emas milik korban.

Kapolsek Kuala Behe, Iptu Handoko Warih, menambahkan bahwa tim kepolisian tetap bertahan di sekitar lokasi kejadian bahkan setelah korban dimakamkan untuk melanjutkan penyisiran dan pendalaman kasus.

Kronologi Singkat Kejadian

Pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, suami korban kembali ke pondok dan tidak menemukan istri serta anaknya. Ia kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian di sekitar kampung. Pencarian diperluas hingga sore dan malam hari dengan membagi wilayah penyisiran. Sekitar pukul 23.45 WIB, warga menemukan kedua korban dalam kondisi terikat dan sudah meninggal dunia.

Konteks dan Dampak

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Landak mengingat kondisi korban yang merupakan ibu dan anak balita. Selain itu, hilangnya uang dan emas menambah dimensi kriminal yang lebih kompleks. Penanganan yang cepat dan menyeluruh dari polisi diharapkan dapat mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Pemerintah dan aparat keamanan setempat diharapkan meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap warga, terutama di daerah-daerah rawan kejahatan seperti kawasan hutan yang menjadi lokasi kejadian.

Kasus ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kerjasama antarwarga dalam menghadapi potensi tindak kriminal di lingkungan mereka.

Polisi masih membuka kemungkinan adanya tersangka dan terus menggali bukti serta informasi dari masyarakat untuk mempercepat proses penyidikan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *