Uang Setoran Kurang, Sopir di Bali Dibakar Bos Hidup-hidup

Uang Setoran Kurang, Sopir di Bali Dibakar Bos Hidup-hidup

Suara Pecari, Karangasem – Seorang sopir berinisial IGS (20) mengalami luka bakar serius setelah dibakar hidup-hidup oleh bosnya, IPCP (37), di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Selat, Karangasem pada Jumat, 18 September 2026. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh tunggakan uang setoran sebesar Rp 8,5 juta yang belum dibayar korban.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat IGS sedang beristirahat di kamarnya. IPCP datang ke rumah korban dan menanyakan keberadaannya kepada NNK (80), yang berada di lokasi. Setelah mengetahui korban berada di kamar, pelaku langsung masuk dan terjadi adu argumen mengenai uang setoran sopir yang tidak sesuai jumlah yang seharusnya.

Korban menjelaskan bahwa dirinya tidak bekerja selama dua hari karena sakit. Namun, pelaku merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut dan uang setoran yang diberikan dianggap kurang. Pelaku kemudian melempar uang tersebut ke lantai dan diduga menyiram korban dengan bensin jenis Pertalite sebelum membakar korban hidup-hidup.

Penanganan Korban dan Kerusakan

Korban berhasil keluar dari kamar yang terbakar dalam kondisi tubuh terbakar dan segera meminta pertolongan. Api berhasil dipadamkan dan korban dilarikan ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan medis awal. Pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan kemudian dirujuk ke RSUD Karangasem untuk penanganan lebih lanjut.

Kebakaran juga menghanguskan kamar berukuran 3×4 meter milik korban dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 10 juta.

Tindakan Kepolisian

Pelaku IPCP berhasil ditangkap pada pukul 13.10 WITA di kediamannya di Banjar Dinas Pesaban Kaler, Desa Pesaban, Rendang, Karangasem. Saat ini, IPCP diamankan di Polsek Selat untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami kronologi dan motif pelaku dalam melakukan tindakan pembakaran tersebut.

Signifikansi Kasus

Kasus ini menjadi perhatian serius terkait perlindungan pekerja dan tindakan kekerasan dalam lingkungan kerja di Bali. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *