Polisi Tangkap Teman Dekat Pelaku Pembunuhan Mozza Axillia di Blora
Suara Pecari, Semarang – Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa, gadis asal Kabupaten Semarang yang hilang sejak Juni 2025. Pelaku, berinisial MPDA, adalah teman dekat korban dan ditangkap di kediamannya di Blora setelah penyelidikan intensif selama dua hari.
Kejadian tragis ini terjadi pada tanggal 25 Juni 2025, tiga hari sebelum keluarga Mozza melaporkan kehilangan ke polisi. MPDA mengaku membunuh Mozza di kamar kosnya di Semarang dengan cara mencekik setelah mereka terlibat cekcok. Setelah membunuh korban, jasad Mozza dimasukkan ke dalam karung dan dibuang di lereng Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang.
Bukti dan Penemuan Jasad
<pPenemuan jasad Mozza berawal dari adanya bukti komunikasi terakhir antara korban dan pelaku yang ditemukan di perangkat elektronik milik orang tua Mozza. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap MPDA di Blora.
Setahun setelah kejadian, kerangka manusia yang ditemukan di pinggir Tol Jangli sesuai dengan ciri fisik Mozza, seperti tambalan gigi gingsul dan penggunaan jepit rambut. Meskipun sudah ada pengakuan pelaku dan konfirmasi awal dari keluarga, pihak kepolisian masih menunggu hasil forensik DNA untuk memastikan identitas jenazah.
Lokasi Penemuan dan Kondisi Jasad
Jasad Mozza ditemukan tidak terkubur, hanya terbungkus dan tersangkut di semak-semak di dekat jurang pinggir tol. Lokasi ini memang sepi dan jauh dari permukiman, sehingga membuat proses pencarian jenazah memakan waktu lama.
Peran Pelaku dan Motif
Pelaku MPDA, yang berusia 22 tahun dan berstatus pekerja serabutan, mengaku sebagai teman dekat Mozza. Motif pembunuhan diduga akibat adanya cekcok antara keduanya, namun pihak kepolisian belum merinci penyebab perselisihan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menegaskan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap detail kejadian dan motif pembunuhan.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan hubungan sosial, khususnya bagi keluarga dan remaja yang rentan menghadapi risiko kekerasan dalam relasi dekat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









