Wellington Phoenix Kalah 2-1 dari Western Sydney Wanderers, Wanderers Amankan Tongkat Kayu

Mudi Aries
Wellington Phoenix Kalah 2-1 dari Western Sydney Wanderers, Wanderers Amankan Tongkat Kayu

Suara Pecari – 18 April 2026 | Wellington Phoenix kalah 2-1 atas Western Sydney Wanderers pada pertandingan putaran ke-25 A-League Men di Apollo Projects Stadium, Christchurch.

Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan Wanderers sebagai tim dengan poin terendah, menandai mereka memperoleh tongkat kayu pertama dalam sejarah klub.

Phoenix membuka skor lewat kepala Kazuki Nagasawa pada menit ke-56 setelah assist Tim Payne, memberi tim asal Selandia Baru keunggulan 1-0.

Wanderers menyamakan kedudukan lewat gol Brandon Borrello pada menit ke-16, memanfaatkan umpan pendek dari Angus Thurgate.

Borrello menambahkan gol ke-2 pada jeda babak pertama, memanfaatkan umpan silang pendek yang tidak dijaga, mengubah skor menjadi 2-1.

Tim Phoenix berusaha kembali memimpin, namun usaha mereka dibendung oleh pertahanan Wanderers, termasuk penyelamatan krusial kiper Jordan Holmes di menit akhir.

Interims pelatih Phoenix, Chris Greenacre, menegaskan bahwa tim ingin mengendalikan nasib mereka, namun kegagalan melawan Wanderers mengakhiri harapan mereka melaju ke babak final.

Di sisi lain, pelatih interim Wanderers, Gary van Egmond, memutuskan untuk menurunkan kapten dan kiper Lawrence Thomas, menggantikannya dengan Jordan Holmes.

Borrello, yang juga menjabat sebagai kapten sementara, mengakui tanggung jawab kolektif atas posisi akhir klub dan menekankan pentingnya refleksi diri.

“Kami semua memegang bagian dalam hasil ini, baik baik maupun buruk. Saatnya menatap ke cermin dan belajar,” ujar Borrello dalam konferensi pers.

Phoenix masih memiliki peluang lolos ke final jika tim lain menghasilkan hasil yang menguntungkan, namun kekalahan ini menurunkan mereka ke peringkat ketujuh dengan 33 poin.

Posisi mereka masih di atas Macarthur FC yang berada pada 31 poin, tetapi selisih tiga poin dengan tim ketiga, Melbourne City, membuat peluang semakin tipis.

Melbourne City mengamankan kemenangan 3-2 atas Brisbane Roar pada hari yang sama, melompat ke posisi ketiga dengan 38 poin dan menutup pintu Phoenix ke babak playoff.

Sebelumnya, Phoenix sempat mengandalkan kemenangan melawan Wanderers untuk tetap hidup di papan persaingan, namun hasil ini menegaskan bahwa mereka harus bergantung pada hasil lain.

Jadwal selanjutnya, Phoenix akan menghadapi Macarthur FC di minggu depan, sementara Wanderers akan menutup musim melawan Melbourne Victory pada Sabtu.

Borrello menuturkan bahwa pemain Wanderers akan bermain dengan kebanggaan meski berada di posisi terburuk, menambah tekad untuk menutup musim dengan semangat.

“Kami bermain untuk kontrak, untuk pelatih baru, untuk klub. Ini bukan tentang menghindari tongkat kayu, melainkan tentang menunjukkan kebanggaan,” katanya.

Penggemar Phoenix di Christchurch menyaksikan pertandingan di stadion sementara di Addington, yang akan menjadi venue terakhir sebelum tim pindah ke lokasi permanen.

Suasana stadion dipenuhi sorakan kedua kubu, namun dukungan utama datang dari pendukung Wanderers yang merayakan tongkat kayu mereka.

Kemenangan ini menandai rekor terburuk baru bagi Western Sydney Wanderers dalam sejarah A-League Men, dengan hanya dua poin yang dikumpulkan sebelum pertandingan ini.

Statistik menunjukkan Wanderers mencetak dua gol dan kebobolan satu, dengan Borrello mencetak dua golnya, menjadikannya pencetak gol terbanyak tim pada malam itu.

Phoenix tetap optimis, menekankan bahwa mereka masih dapat memperbaiki posisi jika hasil lain mendukung, terutama kemenangan Melbourne Victory atas Newcastle Jets yang membuka peluang.

Namun, analis mencatat bahwa ketergantungan pada hasil luar mengurangi kontrol Phoenix atas nasib mereka sendiri.

Greenacre menambahkan, “Kami harus belajar mengendalikan taktik kami, tidak menunggu tim lain. Kekalahan ini menjadi pelajaran penting.”

Dalam pernyataannya, Borrello menegaskan bahwa meski klub menerima tongkat kayu, mereka akan tetap berusaha memperbaiki performa di musim berikutnya.

Klub Wanderers akan menyerahkan kepemimpinan kepada Ufuk Talay yang dijadwalkan mengambil alih pada musim depan.

Sementara Phoenix menantikan pertandingan melawan Macarthur, harapan mereka kini bergantung pada hasil pertandingan lain di akhir pekan.

Penutup musim ini menunjukkan dua cerita kontras: Phoenix yang masih berjuang untuk playoff dan Wanderers yang harus menerima kegagalan pertama mereka.

Kedua klub kini menatap masa depan, dengan Phoenix berfokus pada perbaikan taktik dan Wanderers menyiapkan transisi ke pelatih baru.

Musim A-League 2025/2026 berakhir dengan pelajaran berharga bagi kedua tim, dan para pendukung diharapkan tetap mendukung perjalanan mereka ke musim berikutnya.

Tinggalkan Balasan