Ajax Siapkan Perombakan Besar Musim Depan, Bintang Timnas Indonesia dan Mantan Pemain Manchester United Dapat Peran
Suara Pecari – 17 April 2026 | Ajax mengumumkan rencana restrukturisasi skuad menjelang kompetisi 2026/27, menandai perubahan signifikan setelah hasil di Liga Champions.
Klub menargetkan peningkatan performa di Eredivisie dan kualifikasi grup Champions League, sehingga memicu perekrutan pemain baru dan penyesuaian taktik.
Salah satu nama yang muncul adalah pemain tengah Indonesia, Evan Dimas, yang kini menempati posisi utama di klub Thailand dan dinilai cocok untuk memperkuat lini tengah Ajax.
Dimas dikabarkan telah melewati uji coba pada akhir pekan lalu, menampilkan visi dan kemampuan distribusi bola yang sejalan dengan filosofi Total Football milik Ajax.
"Saya merasa Ajax adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan karier di level Eropa," ujar Dimas dalam pernyataan singkat kepada media, menegaskan kesiapan mentalnya.
Di samping itu, mantan pemain Manchester United, Michael Carrick, yang kini menjadi analis taktik, dilaporkan akan bergabung sebagai konsultan pelatih Ajax.
Carrick pernah bermain sebagai gelandang sentral di Old Trafford, dan dikenal dengan kecerdasan membaca permainan, kualitas yang diharapkan memperkaya staf teknis Ajax.
"Pengalaman di liga top seperti Premier League sangat berharga untuk mengasah strategi kami," kata kepala pelatih Ajax, Maurice van den Heuvel, menambah harapan pada kolaborasi tersebut.
Kedatangan Dimas dan Carrick menandai strategi Ajax yang lebih terbuka pada talenta Asia dan penasihat internasional, sejalan dengan kebijakan globalisasi klub.
Manajemen Ajax menyatakan bahwa transfer ini tidak hanya memperkuat skuad, tetapi juga meningkatkan daya tarik komersial di pasar Asia Tenggara.
Selama sesi press conference, direktur olahraga Ajax, Jan de Vries, menegaskan bahwa klub akan meninjau seluruh daftar pemain, termasuk pemain muda dari akademi, untuk menentukan siapa yang akan dipertahankan.
Beberapa pemain senior, seperti Hakim Ziyech dan Davy Klaassen, diperkirakan akan dijual atau dipinjamkan untuk memberi ruang bagi pemain baru yang lebih muda.
Perombakan ini juga mencakup perubahan taktik, dengan pelatih mengadopsi formasi 4-3-3 yang lebih dinamis, mengandalkan kecepatan sayap dan pressing tinggi.
Analisis awal menunjukkan bahwa Ajax berpotensi meningkatkan rata-rata penguasaan bola hingga 60 persen, sejalan dengan standar permainan menyerang klub.
Penggemar Ajax menyambut baik kabar tersebut, meski ada kekhawatiran tentang adaptasi pemain asing pada iklim kompetisi Belanda.
Namun, para pendukung menilai bahwa integrasi pemain seperti Dimas dapat memperluas basis penggemar di Indonesia, membuka peluang sponsor dan penjualan merchandise.
Menurut data Nielsen, jumlah penonton Liga Eredivisie di Indonesia meningkat 15 persen pada dua musim terakhir, memperkuat alasan komersial klub.
Keseluruhan, Ajax menatap musim depan dengan optimisme, mengandalkan kombinasi pengalaman internasional dan talenta muda untuk meraih gelar domestik dan kembali ke panggung Eropa.
Jika rencana perombakan berjalan lancar, klub berharap dapat menembus fase knockout Liga Champions dan mempertahankan posisi puncak Eredivisie.
Penutup, Ajax menegaskan komitmen pada pengembangan pemain dan inovasi taktik, menyiapkan diri menghadapi tantangan kompetitif sambil memperluas jangkauan global.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







