Brayan León Bawa Sundowns ke Final Beruntun CAF Champions League

Avatar
Brayan León Bawa Sundowns ke Final Beruntun CAF Champions League

Suara Pecari – 19 April 2026 | Mamelodi Sundowns memastikan penampilan final beruntun di Liga Champions CAF setelah mengalahkan Espérance de Tunis pada leg kedua semifinal di Loftus Versfeld, Pretoria. Kemenangan 1‑0 memperkuat agregat 2‑0 dan menempatkan klub Afrika Selatan di panggung final untuk kedua kalinya berturut‑turut.

Pertandingan yang digelar pada 18 April 2026 menyaksikan Brayan León mencetak satu‑satunya gol pada menit ke‑35 setelah memanfaatkan rebound dari tendangan penalti yang pertama kali ditolak kiper Bechir Ben Said. Gol tersebut mengukuhkan keunggulan Sundowns dan menutup peluang balasan lawan.

León sebelumnya juga menjadi penentu kemenangan di leg pertama di Hammadi Agrebi Stadium, Rades, dengan mencetak gol tunggal pada 12 April. Kombinasi kedua golnya menghasilkan agregat bersih 2‑0 yang tak dapat digoyang oleh Espérance.

Insiden penalti muncul setelah tantangan keras Bechir Ben Said pada León, yang memaksa wasit memberi tendangan dari titik tengah. Tendangan pertama dibendung, namun León cepat menekan bola rebound dan menempatkannya di belakang gawang.

Pelatih Mikel Cardoso menyampaikan kegembiraannya setelah mencapai final kedua secara beruntun, menekankan pentingnya konsistensi dan kerja keras tim. Ia menambahkan bahwa target klub memang untuk meraih dua gelar final berurutan.

Cardoso pernah menuntun Espérance ke final pada 2024, namun kalah dari Al Ahly. Pengalaman itu kini menjadi modal berharga baginya dalam mempersiapkan Sundowns menghadapi lawan akhir.

Perjalanan Sundowns di kompetisi dimulai dari fase grup melawan FC Saint‑Éloi Lupopo, MC Alger, dan Al‑Hilal, dimana mereka menunjukkan ketangguhan meski harus berjuang keras. Di perempat final mereka menyingkirkan Stade Malien dengan agregat 3‑2 setelah kebobolan 2‑0 di leg tandang.

Di domestik, Sundowns tetap bersaing ketat di Betway Premiership, menempati posisi puncak bersaing langsung dengan Orlando Pirates. Jadwal yang padat menuntut rotasi pemain agar tetap kompetitif di dua arena.

Final CAF Champions League dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei di Pretoria, dengan leg kedua pada 24 Mei di Maroko, melawan pemenang antara FAR Rabat dan Renaissance Berkane. Kedua klub Maroko memiliki sejarah kuat di kompetisi benua.

Keberadaan lebih dari 40.000 penonton di Loftus Versfeld menambah atmosfer kompetitif, sementara suporter Espérance yang datang menunjukkan perilaku lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Kedua kelompok suporter saling menghormati setelah pertandingan.

Meski antusiasme tinggi, penyelenggara mendapat kritik atas manajemen lalu lintas di sekitar stadion, yang sempat menimbulkan kepadatan dan potensi bahaya kerumunan. Pihak berwenang berjanji meningkatkan koordinasi demi keamanan pada final.

Sundowns kini menatap final dengan keyakinan tinggi, mengandalkan kualitas León, strategi Cardoso, dan dukungan massa. Jika berhasil, klub akan menambah koleksi trofi internasionalnya dan menegaskan dominasi sepak bola Afrika Selatan di kancah benua.

Tinggalkan Balasan