Kontroversi Tekel Havertz Warnai Kemenangan Arsenal atas Burnley
Suara Pecari | Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada pekan ke-37 Premier League 2025/2026 di Stadion Emirates, Selasa dini hari WIB. Gol tunggal Kai Havertz pada menit ke-36 melalui sundulan memastikan tiga poin krusial bagi The Gunners dalam perburuan gelar juara.
Hasil ini membuat Arsenal mengoleksi 82 poin dari 37 pertandingan, unggul lima angka dari Manchester City yang baru bermain 36 laga. Jika City gagal menang melawan Bournemouth, Arsenal dipastikan menjadi juara Premier League musim ini.
Namun, kemenangan Arsenal diwarnai kontroversi besar terkait keputusan wasit Paul Tierney. Pada menit ke-69, Kai Havertz melakukan tekel keras ke arah betis belakang gelandang Burnley, Lesley Ugochukwu. Meski insiden tersebut sempat ditinjau VAR, wasit tidak memanggil pemain untuk melihat monitor di pinggir lapangan.
Manajer interim Burnley, Michael Jackson, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, tekel Havertz sangat berbahaya dan seharusnya mendapat kartu merah. “Saya tidak suka melihat pemain diusir, tetapi setelah menonton tayangan ulang, saya yakin itu kartu merah. Kaki Havertz terangkat dari tanah dan itu pelanggaran disengaja untuk menghentikan permainan,” ujar Jackson.
Jackson menilai keputusan wasit sangat memengaruhi jalannya pertandingan. “Dengan 20 menit tersisa, jika Arsenal harus bermain dengan 10 orang, kami masih punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Ini keputusan besar yang tidak kami dapatkan sepanjang musim,” keluhnya.
Selain menyoroti keputusan wasit, Jackson juga mengkritik timnya yang gagal mengantisipasi bola mati lawan. Gol Havertz berawal dari situasi sepak pojok yang menjadi andalan Arsenal. “Kami tahu mereka ancaman dari set piece, tetapi detail kecil membedakan tim papan atas dan papan bawah,” ucapnya.
Di luar persoalan lapangan, Burnley juga tengah menghadapi risiko hukum. Mantan CEO Everton, Keith Wyness, menilai Burnley melakukan kesalahan dengan menggugat Everton secara hukum. Klaim Burnley sebesar 50 juta poundsterling terkait kerugian karena degradasi pada musim 2021/2022 setelah Everton dihukum karena melanggar aturan Profit and Sustainability.
Wyness menyebut kasus ini belum mencapai penyelesaian dan bisa berdampak buruk bagi Burnley di masa depan. “Ini bisa menjadi bumerang bagi mereka,” ujar Wyness kepada Football Insider. Kasus tersebut tidak disebutkan dalam laporan keuangan terbaru kedua klub, dan belum ada tanda-tanda kesepakatan.
Sementara itu, kemenangan Arsenal juga mencatat sejumlah rekor. Bukayo Saka menorehkan sejarah sebagai pemain dengan assist terbanyak dalam satu musim Premier League, sementara David Raya mencatat clean sheet ke-15 musim ini. Arsenal kini tinggal selangkah lagi meraih gelar liga yang sudah lama dinanti.
Burnley sendiri masih berjuang menghindari degradasi. Hasil kekalahan ini menempatkan mereka di zona merah klasemen. Jackson berharap timnya bisa bangkit pada laga berikutnya melawan Wolves pada 24 Mei 2026. “Kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya dan memperbaiki kesalahan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















